Ayo Gambar Di Angkasa Dengan Tilt Brush

Optimasi Fungsi Sensor 3D Untuk Menggambar – Bisa dibilang, kendati Android besutan Google telah merubah dunia dalam beberapa tahun terakhir namun masih belum bisa merealisasikan impian masa lalu dalam menciptakan sebuah mesin otomasi-bio yang meringankan beban kerja manusia. Memang, hal tersebut bisa dikatakan mudah. Pasalnya kendati terus dikembangkan selama puluhan tahun, kecerdasan komputasi buatan yang dibuat manusia masih terbatas pada penciptanya, manusia itu sendiri.

ayo-gambar-di-angkasa-dengan-tilt-brush

Melihat hal tersebut, bukan berarti impian harus dibatalkan, asa harus dicancel, ide harus dibuang. Melainkan terus berusaha hingga tak bisa usaha lagi. Hal ini mungkin diterapkan oleh Google. Sebagai sebuah perusahaan yang tema utamanya adalah menghubungkan informasi ke setiap orang, perusahaan ini selalu saja mencoba ide-ide baru yang jarang-jarang dpikirkan oleh orang lain. Setelah ambisius dengan Google Cardboard, sebuah alat bantu Virtual Reality yang hanya bermodalkan kardus, kali ini Google membuat Tilt Brush, aplikasi menggambar virtual.

Bagaimana cara kerjanya? Pertama, sesungguhnya kita sudah mengetahui dunia VR adalah dunia buatan yang berusaha menyuguhkan kenyataan melalui sensorik mata penggunanya. Nah, aplikasi ini perlu alat bantu dari tetangganya HTC yakni modul HTC Vive untuk perangkat yang menampilak Virtual Reality tersebut. Kenapa tidak menggunakan Google Cardboard? Sejatinya, Google tidak memberikan penjelasan. Namun dari logika umum, Google Cardboard hanya mengandalkan sensor internal telepon pintar untuk mengendalikan dunia ini. Alhasil, memang fungsinya terbatas sebagaimana terbatasnya sensor yang ditanamkan pada telepon genggam. Nah, kebetulan, tetangganya HTC sudah membuat perangkat yang sesuai dengan kebutuhan.

Setelah perangkat ini digunakan, lantas buka aplikasi Tilt Brush. Aplikasi ini dapat dibeli pada Steam, sebuah situs/vendor yang mengakomodir game-game berbasis online. Setelah aplikasi ini dibuka, maka secara otomatis tampilan pada layar akan menampilkan kanvas virtual 3 dimensi. Selanjutnya pengguna tinggal menggambarkan saja imajinasinya dengan stick yang menjadi satu paket dengan HTC Vive tersebut.

Jangan pikir stick tersebut sama seperti konsol game kebanyakan, stick tersebut digerakkan berdsarkan berdasarkan sensor gerakan. Jadi pengguna hanya tinggal menggerakkannya saja seperti memegang kuas. Selain tampilan yang berbeda ala kahas virtual, perbedaan lebih lanjut adalah rasa dalam merasakan kanvas. Karena penggambaran dalam realita hanya pada ruang kosong, mungkin akan ada sebagian seniman yang kikuk menggunakan peralatan dalam Tilt Brush ini. Bagaimana? Tertarik Menggambar 3D pada ruangan 3D? Baca juga WhattUp Mampu Mengisi Baterai Hingga Jarak 4 Meter dan Dengan Balutan Metal Pada Bodi, Philips Kembali Ramaikan Pasar Gadget.

Top