Anomali, Apple Mengalami Penurunan

Apple Mengalami Penurunan Pendapatan – Siapa tak kenal Apple? Merek premium yang terkenal diseluruh pelosok dunia ini tentunya tidak dapat dianggap sepele. Tentunya hal tersebut tidakd idapatkan dengan mudah. pasalnya dengan branding premium, Apple selalu saja memberikan komponen dengan kualitas premium terhadap semua produk-produknya. Kerja keras dari Apple tidak tergolong singkat. Pasalnya, sepak terjang Apple memang sudah dimulai semenjak kejayaan IBM. Maka tak heran, berbekal pengalamannya beberapa dekade yang lalu membuat Apple mampu menjadi salah satu market leader pasaran global.

anomali-apple-mengalami-penurunan

Hanya saja, entah dosa apa yang dilakukan Apple. Berkali-kali mengalami penjiplakan ide yang tertuang dari desain dan teknologi produknya, kali ini Apple malah dikabarkan mengalami penurunan pendapatan. Sebagaimana dilansir via tempo (28/4/2016), perusahaan denga logo buah ini secara resmi telah memngumumkan penurunan pendapatannya di quartal pertama 2016. Kabar ini tentu sangat tidak mengenakkan bagi semua orang kecuali tentu saja pesaingnya.

Selasa kemarin (26/4/2016), Apple resmi melaporkan pendapatan sebesar 50,6 miliar dolar AS kepada investor. Pendapatan ini turun sebanyak 12 persen dan menjadi sejarah kelam pertama Apple semenjak bertahun-tahun lamanya terus mengalami peningkatan. Hal ini terjadi lantaran penurunan penjualan unit produk Apple tidak dapat terbendung lagi.

Detailnya, penjualan iPhone dilaporkan 51,2 juta unit. Angka ini turun 16 persen dari penjualan selama kuartal fiskal kedua tahun 2015 yang sebanyak 61,2 juta unit. Sedangkan untuk varian tablet, iPad dilaporkan terjual 10,3 juta unit. Angka ini juga menurun 19 persen dari tahun lalu. Dengan penurunan ini rasanya membuktikan posisi tawar Apple di quartal pertama 2016 tidak mampu bersaing dengan pesaingnya yang semakin ganas.

Dilansir dari laman yang sama, Apple memproyeksikan pendapatan antara 41 miliar dolar AS dan 43 miliar dolar AS untuk perhitungan kuartal fiskal ketiga. Entah abgaimana target tersebut erlihat lebih rendah daripada yang sudah-sudah. Satu hal yang jelas, CEO Apple, Tim Cook mengakui bahwa ini waktu yang “sibuk dan menantang” bagi perusahaan. Perkataan ini juga disaksikan oleh para investornya.

Menariknya Apple berencana melakukan buyback atas sahamnya di bulan Maret tahun 2018. Tentu, dengan rencana ini pendapatan Apple perlu digenjot dengan lebih susah payah. Karena dana yang dibutuhkan sekitar 250 triliun Dolar Amerika Serikat. Hal ini ditujukan untuk meningkatkan deviden yang akan diterima oleh pemegang saham Apple. Baca juga Acer Resmi Luncurkan Pesaing Apple MacBook Air dan Persatuan Vendor Besar Dunia.

Top