Waduh, Sekelas IPhone Masih Menyandang Status Ilegal?

Belum Bersertifikat, IPhone SE Dapat Membawa Masalah – Berita menggemparkan sekarang dihadirkan oleh perusahaan logo buah Apel ini. Salah satu produk terbarunya, IPhone SE dikabarkan masih dalam status bermasalah di Indonesia. Dilansir dari laman Okezone (30/03/2016), IPhone SE masih dalam status tanpa sertifikat lolos uji dari Ditjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI). Padahal kewajiban untuk lulus uji tersebut wajib dimiliki untuk setiap perangkat elektronik yang diperjual-belikan di Indonesia.

waduh-sekelas-iphone-masih-menyandang-status-ilegal

Sudah menjadi rahasia umum, untuk setiap ponsel pintar terbaru dengan spesifikasi yang menggemparkan akan disorong oleh pelaku bisnis e-commerce dalam bentuk pre-order. Tentu saja sebagai ponsel menggemparkan dari Apple, ponsel pintar ini ternyata juga digerakkan oleh salah satu pelaku bisnis e-commerce dengan metode yang sama untuk diperjualbelikan di Indonesia. Lantas apa masalahnya apabila tetap dipaksakan masuk ke Indonesia?

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari homepage Ditjen SDPPI, ancaman hukuman diberikan pada pihak yang mengimpor atau menjual perangkat yang tidak bersertifikat akan dipidana paling lama 1 (satu) tahun dan/atau denda maksimal Rp.100.000.000,- (seratus juta rupiah). Lumayan juga kan? Berdasarkan data dari web yang sama, setelah ditelaah ternyata jenis IPhone yang telah disertifikasi dengan data terbaru pada 03/02/2016 adalah versi 5c dan 5S. Sedangkan untuk informasi versi lainnya juga tersedia di web pemerintah yang bersangkutan.

Parahnya, IPhone SE ini tidak sendirian, Xiaomi Mi5 juga dikabarkan memiliki nasib yang sama. Kenapa harus lolos uji ini? mengutip dari web pemerintah tersebut, pada pokoknya yang diloloskan adalah produk yang spesifikasi frekuensi radionya tidak berpotensi mengganggu perangkat dengan frekuensi radio yang lain yang telah ada terlebih dahulu. Dengan munculnya fitur pre-order versus sertifikat lolos uji tentunya akan memunculkan tanda tanya tentang status produk dari Apple dan Xiaomi ini kelak apabila sampai ke Indonesia. Mungkin saja karena ranahnya masih pre-order sehingga proses sertifikasinya sedang dilakukan dan mungkin diperkirakan akan selesai ketika barang ini jatuh ke Tanah Air.

Tentunya, sebagai warga negara yang baik, sudah sewajibnya mendukung segala program pemerintah. Apalagi program tersebut sudah nyata dan jelas manfaatnya. Ada baiknya pula untuk selalu meng-update informasi lebih lanjut mengenai status sertifikasi varian produk Apple dan Xiaomi ini di website pemerintah terkait agar tidak sesat dan menyesatkan. Baca juga Pertumbuhan Melambat, Samsung Terapkan Budaya Kerja StartUp dan OnePlus Memberi Ruang Pada Pengguna Untuk Mengotak Atik OnePlus X.

Top