Untuk Jualan di Indonesia, Motorola Tunggu Kepastian TKDN

Setelah Diakuisisi Lenovo, Motorola Tinggal Menunggu TKDN untuk Jualan Ponsel di Indonesia – Setelah diakuisisi Lenovo, Motorola akan kembali memproduksi smartphonenya. Dan tahun ini, Lenovo telah berjanji akan mulai memasarkan Motorola untuk pasar Indonesia. Sebagai syarat untuk memenuhi hal itu, sama halnya dengan vendor-vendor asing yang masuk ke Indonesia harus memenuhi kebijakan TKDN untuk smartphpone 4G. Untuk itulah, saat ini Lenovo tengah menunggu proses TKDN untuk Motorola.

setelah-diakuisisi-lenovo-motorola-tinggal-menunggu-tkdn-untuk-jualan-ponsel-di-indonesia

Apabila smartphone 4G LTE seri Vibe kini telah mulai diracik di pabrikan Banten, untuk produk Motorola nantinya akan memenuhi bobot TKDN akan lebih didorong untuk arah software.

Pada kesempatan peluncuran Lenovo Vibe K4 Note kemarin, dalam kutipan yang dilansir melalui halaman KompasTekno, Jumat (25/03/2016) Adrie R. Suhadi selaku Country Lead Lenovo Business Group Indonesia mengatakan, ” Motorola itu ponsel yang menyasar segmen midle-premium. Untuk produksi hardware teknologinya lebih rumit, lebih mahal, ongkosnya tinggi kalau volume penjualan tak sebanyak merk Lenovo,” Ujarnya.

Sejak diakuisisi Lenovo pada Oktober 2014 lalu, memang produk Motorola dalam produksinya merupakan hak penuh atas Lenovo. Dan terkait pemenuhan TKDN, saat ini perusahaan tengah menunggu langkah dari pemerintah untuk skema perbandingan software dan hardwarenya.

Hal ini dikarenakan belakangan ini telah muncul skema baru dari opsi pemenuhan TKDN dari sisi hardware 100 persen atau software 100 persen. Dua pilihan tersebut telah menjadi perubahan dari skema yang sebelumnya ditentukan yaitu software 25 persen dengan hardware 75 persen, software 50 persen dengan hardware 50 persen atau software 75 persen dengan hardware 25 persen.

Kemudian Adrie juga mengungkapkan bahwa kesanggupan Lenovo untuk memenuhi ketentuan TKDN sebesar 30 persen untuk smartphone 4G di Indonesia, baru akan berlaku pada 1 Januari 2017 mendatang.

Ia kemudian menambahkan bahwa saat ini ponsel-ponsel Lenovo yang dipasarkan di Indonesia baru memenuhi kandungan TKDN sebesar 20 persen. Angka tersebut juga disumbang sepenuhnya oleh sektor hardware seperti fasilitas perakitan.

Apabila Motorola mempertimbangkan untuk kandungan TKDN tersebut mengarah pada software, memang harus ada beberapa hal yang dipenuhi pemerintah. Misalnya saja harus ada active user, lalu adanya lokasi server yang memenuhi standar. Jadi untuk perispaannya memang cukup rumit. Baca juga Ponsel Virtual Reality Ala Lenovo Dijual dengan Harga Menarik dan Dua Varian Infinix Seri Hot 3 Meluncur di Indonesia

Top