Lindungi Privasi Pengguna, Bos Facabook Masuk Penjara

Tolak Buka Kunci WhatsApp, Diego Dzodan Dipenjara – Setelah sebelumnya pihak Apple terjerat kasus hukum akibat melindungi hak privasi pengguna, kali ini Facebook terkena kasus serupa. Salah satu petingginya telah dijebloskan ke penjara oleh kepolisian Brasil.

tolak-buka-kunci-whatsapp-diego-dzodan-dipenjara

Berdasarkan informasi Cnet yang dilansir dari halaman KompasTekno, Kamis (03/03/2016) tertulis bahwa VP Facebook, Diego Dzodan dipenjara oleh kepolisian Brasil karena dianggap tak membantu atau mempersulit penyelidikan kasus peredaran narkoba melalui WhatsApp. Kasus ini, rupanya telah berlangsung sejak beberapa bulan belakangan. Akibat tak mau membuka kunci enkripsi WhatsApp, Dzodan telah menjadi incaran pihak kepolisian sejak 7 Februari lalu. Kepoliasian sendiri, menilai Dzodan dianggap tidak kooperatif.

Dari sumber yang sama, telah dilansir kutipan berupa ungkapan pihak kepolisian yang menyatakan, “Facebook berulang kali tak patuh dengan keputusan pengadilan,” begitulah alasan kepolisian saat memenjarakan Dzodan.

Sebelumnya, pihak pengadilan Brasil telah menetapkan bahwa Facebook harus membantu proses investigasi kepolisian untuk membuka kunci ekkripsi dari WhatsApp. Pasalnya, layanan pesan instan tersebut disinyalir sebagai wadah komunikasi yang dilakukan oleh bandar dan pengguna untuk melakukan jual-beli narkoba di Brasil. Untuk itu, mau tidak mau investigasi harus membongkar kunci enkripsi dari aplikasi tersebut.

Namun, beberapa waktu ditunggu, Facebook tak juga mematuhi perintah tersebut. Akibatnya pada dua bulan lalu perusahaan media sosial ini diwajibkan untuk membayar denda sebesar 12.000 dollar AS per hari, angka tersebut apabila dirupiahkan menjadi sekitar Rp 168 juta. Lalu bulan berikutnya, rupanya pengadilan menarik denda yang lebih besar lagi yaitu menjadi 253.000 dollar AS atau setara dengan Rp 3,3 miliar per harinya.

Namun, pembayaran denda yang semakin besar rupanya tak membuat Dzodan terlepas dari jerat hukum. Akhirnya Dzodan tetap dihembloskan ke dalam penjara. Masih belum diketahui, berapa lama VP Facebook itu akan mendekam di tahanan.

Facebook merasa kecewa atas tindakan kepolisian. Pihak perusahaan juga menjelaskan bahwa untuk membuka kunci enkripsi itu tidak mudah karena semua pesan WhatsApp tidak disimpan di server pusat. Pembobolannya juga tidak bisa sembarangan karena enkripsi yang diberikan sangan kuat.

Selain Facebook, kini Apple juga tengah dikabarkan berselisih dengan FBI karena menolak untuk membuka akses enkripsi dari sebuah iPhone milik teroris. Baca juga Aplikasi Buatan Anak Bangsa Dinilai Siap Gantikan Facebook dan Google dan WhatsApp dan Facebook Tidak akan Lagi Berjalan Independen

Top