Akankah Indonesia Ikuti China, Blokir Facebook dan Google?

Aplikasi Buatan Anak Bangsa Dinilai Siap Gantikan Facebook dan Google – Beberapa waktu belakangan pakar keamanan cyber, Pratama Persadha mengajukan perminataan terhadap pemerintah agar bisa memberi dukungan penuh terhadap aplikasi-aplikasi media sosial buatan anak bangsa yang saat ini telah dijalankan. Pratama mengngkapkan, apabila pemerintah mendukung secara penuh, maka tidak menutup kemungkinan bahwa hal ini akan menguatkan juga mendorong terciptanya aplikasi media sosial lokal atau dalam negeri.

aplikasi-buatan-anak-bangsa-dinilai-siap-gantikan-facebook-dan-google

Dalam keterangannya, seperti yang dilansir dari halaman news.okezone, Rabu (02/03/2016) Pratama Persadha mengungkapkan salah satu contoh yang bisa ditiru adalah keberanian dari pemerintah Tiongkok saat memblokir Faebook dan Google karena mereka telah mempersiapkan layanan serupa buatan negerinya sendiri yaitu Weibo dan QQ.

Saat itu, Facebook dan Google diketahui tidak mematuhi regulasi negerinya. Maka pemerintah tak segan-segan memblokir keduanya. Lalu, tak juga Tiongkok menjadi negara yang tertinggal dalam aktivitas internetnya.

Dalam kutipannya, Pratama menambahkan “Pemerintah juga harus melihat provider yang sebagian besar pemasukan didapat dari penjualan data. Denan adanya layanan dan aplikasi alternatif lokal, diharapkan konsumsi data tetap stabil bila memang pemblokiran jadi dilakukan,” ujarnya.

Apalagi saat ini Indonesia juga telah memiliki Kaskus, Kompasiana, Mintalk juga beberapa aplikasi lain yang tak kalah saing. Meski begitu, namun perlu adanya tambahan aplikasi pesan instan agar lebih menguatkan, ditambah lagi perlu adanya media sosial yang memang saat ini telah sangat populer dan digunakan hampir noleh seluruh masyarakat di Tanah Air.

Untuk urusan ini, bisa saja provider-provider besar Tanah Air turut terlibat dan memberi investasi besar dan mengembangkan aplikasi buatan anak Indonesia. Peru belajar juga dari peristiwa kematian Koprol setelah diakuisisi oleh Yahoo, agar tidak terjadi hal yang sama.

Adanya sikap tegas dari pemerintah Indonesia terhadap perusahaan teknologi luar negeri juga bisa menjadi sebuah kekuatan bagi Indonesia untuk membangun kedaulatan informasi cyber di Tanah Air. Begitu ungkapan Pratama selanjutnya.

Pratama lalu menegaskan dengan adanya kedulatan bangsa yang kuat, tentu saja Indonesia berhasil menjadi tuan rumah di negeri sendiri, bagi yang tidak taat regulasi silahkan angkat kaki. Bukan Indonesia yang nurut sama aturan perusahaan asing. Baca juga Pemerintah Ingin Adopsi Teknologi Google Fiber dan Pemerintah Resmi Memblokir Situs yang Berisi Konten Radikal

Top