Toshiba Batalkan Pengunduran Dirinya dari Bisnis PC

Toshiba Tak Jadi Menyerah dari Bisnis PC – Setelah sebelumnya mengumumkan akan mengundurkan diri dari bisnis komputer atau PC, akhirnya perusahaan teknologi asal Jepang, Toshiba, mengurungkan niatnya tersebut. Dengan kata lain Toshiba siap bangkit dan menyatakan diri belum akan menyerah dan keluar dari bisnis PC dalam beberapa waktu ke depan.

Toshiba Batalkan Pengunduran Dirinya dari Bisnis PC

Toshiba tetap akan memproduksi PC lewat pabrik terbesarnya yang bermarkas di Hangzhou, China. Selain itu untuk menguatkan posisinya di industri PC, Toshiba juga siap menggandeng Vaio dan Fujitsu untuk menggabungkan bisnis bersama-sama.

Seperti yang dilaporkan oleh KompasTekno, Kamis (18/2), dalam kerja sama antara lini perusahaan tersebut, Toshiba bertugas untuk fokus pengembangan dan desain, sementara untuk fungsi produksi dengan merk Dynabook akan diserahkan pada Fijitsu dan Vaio. Dengan sistem kerjasama ini, maka biaya produksi dapat ditekan oleh Toshiba.

Jauh hari, perusahaan yang cukup disegani dalam industri PC tersebut dikabarkan memilih menyerah dan berniat menjual pabrik terbesarnya di Hangzhou, China. Hal ini tak lepas penjualan komputer secara global yang tak lagi prospektif, ditambah dengan kondisi keuangan yang cukup buruk akibat skandal akuntansi yang dialami oleh perusahaan. Akibat skandal inilah, Toshiba juga mengalami kerugian besar sehingga mengganggu stabilitas perusahaan secara signifikan. Dimana dari data perusahaan akhir tahun 2015 yang lalu, juga diketahui bahwa Toshiba mencatatkan kerugian sebesar 4 miliar dollar AS atau sekitar Rp 55.2 triliun. Selain itu, saham dari raksasa industri komputer Jepang ini juga sempat mengalami penurunan hingga 9,5 persen.

Skandal memalukan tersebut diakibatkan oleh sejumlah petinggi Toshiba yang memanipulasi keuntungan perusahaan menjadi lebih besar sejak tahun 2008 hingga tahun 2014. Keuntungan palsu tersebut bahkan mencapai angka yang fantastis yaitu sebesar 1,2 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 16,2 triliun.

Akibat skandal yang menyebabkan kerugian besar Toshiba sekaligus mencoreng reputasi perusahaan tersebut, akhirnya membuat Toshiba harus melakukan restrukturisasi besar-besaran pada perusahaannya dan memangkas ribuan karyawannya. Sementara petinggi yang terbukti terlibat dalam skandal pemalsuan keuntungan perusahaan, segera diminta untuk mengundurkan diri. Baca juga Rakuten Resmi Hengkang dari Indonesia dan Google Akhirnya Menutup Layanan Picasa.

Top