Microsoft Bangun Data Center di Dalam Laut

Microsoft Umumkan Proyek Natick – Langkah inovatif kembali dilakukan oleh raksasa teknologi Microsoft yang baru saja mengumumkan proyek ambisius mereka yang bernama Project Natick. Dengan proyek ini memungkinkan Microsoft untuk membangun data center yang berada di bawah air.

Microsoft Bangun Data Center di Bawah Laut

Perusahaan yang besar dari bisnis software tersebut, mengungkapkan akan membuat sebuah kapsul yang dapat menjadi host server serta bermanfaat bagi konsumen dan perusahaan, Dengan adanya Project Natics ini, Microsoft juga mengklaim jika layanannya bakal lebih cepat dibandingkan sebelumnya. Sedangkan Project Natick juga berpotensi dapat menekan biaya layanan menjadi lebih rendah namun tetap menawarkan penyediaan yang efisien.

Dilaporkan oleh Softpedia, hari Senin (1/2) kemarin, Microsoft telah memulai proyek penelitian ini dengan data center prototipe yang dinamakan Leona Phlilpot, nama ini sebelumnya kita kenal sebagai karakter Halo. Prototipe ini mulai dipasang di dasar laut berjarak 1 km dari lepas pantai Pasifik dari Amerika Serikat.

“Latency adalah waktu yang diperlukan data untuk perjalanan antara sumber dan tujuan. Setengah dari populasi dunia tinggal dalam jarak 200 km dari laut sehingga menempatkan data centar di lepas pantai meningkatkan kedekatan data center kepada penduduk secara dramatis mengurangi latency dan memberikan respon yang lebih baik,” kata juru bicara Microsoft, dikutip dari Beritateknologi (2/2).

Sedangkan mengenai proyek ambisius Microsoft ini, membuat banyak pihak yang bertanya-tanya apakah Project Natick mengganggu kelangsungan ekosistem di bawah laut? Menanggapi banyaknya pertanyaan dari publik, Microsoft memberikan jawaban jika Project Natick sama sekali tidak mengganggu ekosistem di bawah laut. Menurut Microsoft, pihaknya sudah melakukan riset secara mendetail dalam waktu tiga tahun yang berfokus pada dampak kerusakan dari sebuah bangunan di dasar laut terhadap kelangsungan fauna dan flora di sekitarnya.

Selain itu, Microsoft juga membangun data center yang dapat didaur ulang serta ramah lingkungan sehingga mampu menghasilkan emisi nol. Data center Microsoft ini juga tidak dirancang dengan menggunakan air untuk model pendinginan maupun tujuan lainnya. Sehingga sudah jelas, keberadaan Project Natick tidak memiliki pengaruh buruk terhadap kelangsungan alam, begitu klaim perusahaan. Baca juga WhatsApp, Menjadi Layanan Pesan Instan dengan Jumlah Pengguna Terbanyak dan Cara Menonaktifkan Fitur Autoplay Video Pada Instagram.

Top