Gara-gara Masalah Ini iPhone 6 Bisa Mati Total

Error 53 Hantui Pengguna iPhone 6 – Banyak dari pengguna iPhone 6 yang mengatakan jika mereka tidak bisa lagi menggunakan handsetnya karena sistem operasi Apple terbaru. Dimana sistem operasi terbaru Apple tersebut secara otomatis akan mematikan total iPhone 6 apabila mendeteksi perbaikan perangkat telah dilakukan oleh teknisi yang bukan dari Apple.

Gara-gara Masalah Ini iPhone 6 Bisa Mati Total

Seperti yang diberitakan oleh Guardian, Sabtu (6/2) yang lalu, kebanyakan pengguna iPhone 6 belum mengetahui perihal penonaktifan handset mereka oleh Apple. Masalah yang berkaitan dengan sistem otomasi Apple ini biasa disebut dengan ‘error 53’. Masih menurut seorang wartawan Guardian, kesalahan ini bisa membunuh iPhone 6 dengan total. Karena berhubungan dengan sistem tombol home pada handset yang terintegrasi dengan sidik jari Touch ID. Alasannya, tombol Home pada handset yang mati telah diperbaiki oleh teknisi di luar Apple atau mungkin individu dan hal ini dinilai beresiko bagi Apple.

Namun jangan khawatir untuk semua iPhone 6 yang mengalami ‘error 53’ tentunya masih bisa menggunakan handsetnya kembali dengan menghubungi kantor Apple terdekat atau cukup menelponnya tanpa perlu perbaikan mendetail.

Untuk masalah ini, umumnya hanya datang pada versi terbaru dari software iPhone yang diinstal dengan iOS 9. Dimana kebanyakan pengguna membutuhkan perbaikan pada handsetnya yang rusak sehingga menghubungi teknisi non-resmi. Bahkan dalam proses instalasi, pengguna juga kerap mengeluarkan uang yang tak sedikit untuk memperbaiki iPhone mereka demi menyelamatkan data penting dan foto yang ada di dalam perangkat.

Sementara banyak juga yang menilai Apple sebenarnya sudah mengetahui permasalahan ini. Tetapi mereka tidak bertindak sebagaimana mestinya bahkan sekedar memberi peringatan pada pengguna, bahwa setelah mengupgrade iOS maka handset berpotensi mengalami gangguan.

Permasalahan bisanya terjadi saat pengguna melakukan upgrade iOS, dalam hitungan detik iPhone akan mati dan menampilkan ‘error 53’. Saat dibawa ke tempat service, iPhone yang mati tidak bisa diperbaiki oleh pihak di luar Apple.

“Masalah terjadi jika dilakukan perbaikan pada tombol Home atau kabel. Berikut upgrade software telepon harus dipastikan menggunakan komponen asli dan jika tidak, akan mengunci telepon,” ucap Ahli Teknologi, Kyle Wiens, dilansir dari Autotekno Sindonews, hari Kamis (18/2).

“Selama ini, Apple selalu menenkankan agar pemilik iPhone tidak melakukan perbaikan pada pihak ketiga,” tambahnya kemudian.

Sementara pihak Apple mengatakan, pihaknya sangat tidak mendukung untuk handset iPhone yang diperbaiki oleh teknisi non-resmi. Alasannya faktor keamanan pengguna. Untuk itu bagi yang mengalami ‘error 53’ bisa segera menghubungi pihak Apple untuk kemudian divalidasi ulang.

“Pemeriksaan ini memastikan perangkat dan iOS fitur yang berkaitan dengan menyentuh ID tetap aman. Ketika iOS mendeteksi bahwa sidik jari yang dimasukkan pada Touch ID gagal, termasuk Apple Pay, kemudian akan dinonaktifkan sehingga perangkat tetap aman,” terang juru bicara Apple. Baca juga Pabrikan Smartphone Asal Rusia Siapkan Strategi untuk Pasar Indonesia dan Uji Jaringan 5G Mulai Dilakukan Operator Amerika Serikat Tahun Ini.

Top