WhatsApp akan Digratiskan Seumur Hidup

WhatsApp Bakal Digratiskan Sepenuhnya – Aplikasi messenger terpopuler dunia, WhatsApp, mengkonfirmasi akan menggratiskan layanannya untuk pengguna. Kemudian untuk pengguna korporasi, WhatsApp akan menyusun strategi terkait pembayaran sebagai gantinya. Seperti yang sudah kita ketahui, saat ini WhatsApp hanya digratiskan selama satu tahun pertama saja. Setelah periode tersebut habis, maka pengguna harus membayar sekitar Rp 12.000 untuk memperpanjang layanan selama satu tahun berikutnya.

WhatsApp akan Digratiskan Seumur Hidup

Namun kini tampaknya, WhatsApp mulai berubah pikiran dengan niat akan menggratiskan layanannya secara penuh. Hal ini diungkapkan langsung oleh Jan Koum, Chief Executive Officer WhatsApp, dalam konferensi Digital-Life-Design (DLD) di Munich, Jerman, hari Senin (18/1) lalu.

“Kami akan berhenti meminta biaya berlangganan sebesar Rp 12.000. Saat ini, kami belum memasukkan kode apa pun untuk mewujudkannya, tetapi kami ingin memastikan bahwa orang-orang paham rencana tersebut tak terkait dengan menampilkan iklan di dalam WhatsApp,” ucap Koum dilansir dari laman KompasTekno, hari Rabu (20/1).

Saat ini sendiri, pengguna WhatsApp di seluruh dunia ditaksir sudah hampir mencapai 1 milyar penguna. Dalam bulan Sepetmber 2015, diketahui WhatsApp memiliki sebanyak 950 juta pengguna, dan kini meningkat mencapai 990 juta pengguna.

Koum lantas juga menambahkan jika layanan WhatsApp tidak berorientasi dengan iklan. Meski ia tak menampik dengan jumlah pengguna hampir 1 milyar bisa menjadi lahan basah untuk mendapat pemasukan dari iklan. Sementara Koum juga mengatakan jika biaya perpanjangan sebesar Rp 12 ribu juga bukanlah solusi tepat, apalagi saat ini banyak pengguna yang tidak membayar layanan, namun masih bisa menggunakan WhatsApp.

Terkait strategi pembayaran, WhatsApp dikabarkan akan menjajal layanan komersial berbasis business to consumer, meski ketika ditanya perihal tersebut Koum belum bisa memastikannya. Pendiri WhatsApp ini hanya mengatakan jika strategi tersebut baru akan diuji coba mulai tahun ini.

“Kami akan menguji alat yang membuat Anda bisa memakai WhatsApp sebagai sarana komunikasi dengan bisnis dan organisasi yang diinginkan.”

“Kami ingin membangun sesuatu yang lebih terpakai, yang membuat perusahaan, seperti American Airlines atau Bank of America, berkomunikasi dengan lebih efisien melalui aplikasi pesan instan,” pungkas Koum. Baca juga Wikipedia di Ambang Kematian Karena Kurang Pendanaan dan Smart Lightbulb, Lampu Pintar dengan Banyak Fitur Canggih.

Top