Pasaran Lesu, GoPro Rumahkan 105 Karyawan

Pertahankan Eksistensi di Tengah Lesunya Pemasaran, GoPro Pangkas Tenaga Kerja – Di tengah-tengah pergolakkan ekonomi yang semakin tidak stabil, memang sangat berpengaruh pada kondisi pasaran dunia. Salah satunya adalah kondisi pemasaran industri elektronik dan teknologi yang apabila tidak cerdas dalam strategi, maka bisa saja mengalami kemunduran. Bagitulah sperti yang terjadi pada GoPro Inc yang saat ini tengah dalam perjuangan untuk tetap mempertahankan eksistensi perusahaan.

pertahankan-eksistensi-di-tengah-lesunya-pemasaran-gopro-pangkas-tenaga-kerja

Akibat adanya penurunan penjualan atas produksi kamera besutan GoPro Inc, prusahaan akhirnya terpaksa melakukan pemangkasan terhadap jumlah tenaga kerja. Pemangkasan  yang dilakukan guna untuk melakukan penghematan. Dari total jumlah karyawan yang ada, sekitar 7 perseb telah dirumahkan. Jumlah tersebut terdiri dari 105 orang karyawan. Begitulah yang diberitakan oleh Wjs, dan dilansir dari halaman news.okezone, Sabtu (16/01/2016).

Selain dikabarkan telah melakukan pemecatan terhadap sejumlah pekerja, perusahaan tersebut juga telah mengumumkan bahwa pada kuartal keempat di tahun 2015 lalu pendapatan mereka menurun dan berada di bawah target Wall Street.

Sebelumnya, perusahaan telah menargetkan jumlah pendapatan dari hasil penjualan di kuartal keempat 2015 mencapai jumlah USD500 juta. Namun, rupanya dipangkas menjadi USD435 juta.

Adanya penurunan jumlah angka penjualan ini, juga diakibatkan oleh beberapa faktor. Selain kondisi perekonomian dunia yang masih tidak stabil, strategi pemasaran yang dilakukan juga dirasa kurang maksimal sehingga pemasarannya menjadi lesu.

Seperti telah diketahui, bahwa GoPro telah meluncurkan produk terbarunya, yaitu Hero Black dan Hero 4 Silver.

Kedua kamera ini mencatat angka penjualan sebanyak 2,4 juta unit pada periode 2014 yang bertepatan pada waktu liburan. Kemudian, untuk 2015 GoPro kembali meluncurkan perangkat terbarunya yaitu Hero 4 Session. Kamera ini merupakan sebuah kamera aksi berukuran kecil yang dibanderol dengan harga cukup tinggi.

Namun, untuk mengatasi kondisi pemasaran di tahun sebelumnya GoPro menyatakan hendak melakukan strategi yang lebih cerdas. Mereka berkomitmen untuk mengembangkan fitur-fitur dari produknya serta dikabarkan hendak memaksimalkan proses dari produk baru yang telah direncanakannya yaitu sebuah kamera aksi yang memiliki fitur virtual reality (VR). Dengan begitu diharapkan bisa membenahi kondisi yang ada. Baca juga Yi Action Cam, Kamera Aksi Murah Xiaomi Meluncur dan Olympus Stylus TG-870, Kamera dengan Fitur-fitur Canggih

Top