Mustahil, Ponsel Ditanamkan Pada Kepala Manusia?

Peneliti Siapkan Teknologi Masa Depan, Ponsel yang Ditanam pada Kepala Manusia – Perkembangan teknologi yang semakin pesat di tangan orang-orang cerdas menjadikan dunia seperti dunia digital. Setelah beberapa perangkat pintar yang tertanam pada rumah, pada kaos, gelang, jam tangan dan juga cincin. Rupanya, peneliti telah mempersiapkan teknologi pintar yang akan ditanamkan pada organ tubuh manusia seperti kepala, tangan dan lengan. Benarkan?

peneliti-siapkan-teknologi-masa-depan-ponsel-yang-ditanam-pada-kepala-manusia

Adanya rencana peneliti untuk mengembangkan teknologi ponsel yang ditanamkan pada kepala manusia memang dirasa mustahil dan tidak masuk akal. Namun, hal itu memang telah dirancang dalam pemikiran para pimpinan industri, dan disurvei oleh World Economic Forum. Begitulah hasil lansiran dari halaman techno.okezone, Kamis, (21/01/2016).

Dari survei tersebut telah diberikan penawaran sekilas dari visi mereka akan teknologi di masa depan. Memang tak dapat dipungkiri bahwa saat ini telah memasuki perubahan yang sangat signifikan terhadap penggunaan digital. Kemajuan software artificial intelligence (AI), kemudian ada juga perangkat yang terhubung ke internat, ke printer 3D juga perangkat telepon. Namun, untuk hubungan langsung pada organ mnausia rasanya masih sulit dinalarkan.

Sementara itu para ahli juga mnegungkapkan bahwa sistem embedded dari sebuah ponsel atau perangkat yang tertanam pada tubuh manusia nantinya akan menggunakan teknologi wireless dan tersedia secara komersial pada tahun 2023 mendatang. Kemungkinan besar, teknologi ini akan difokuskan penggunaannya untuk kebutuhan bidang medis.

Adanya ide tersebut juga terinspirasi oleh keberadaan alat pacu jantung yang diimplan oleh dokter di dalam tubuh manusia untuk memantau dan menjaga detak jantung.

Hal itulah yang menjadi awalnya. Kemudian peneliti ingin mengembangkan alat sejenis yang terhubung pada ponsel untuk membantu proses monitoring fungsi kesehatan seperti adanya kadar glukosa untuk pasiesn diabetes, memonitor aktivitas jantung, atau sekedar mengirim peringatan terkait pendeteksian sebuah penyakit pada tubuh pasien. Namun, dari beberapa manfaat yang diperhitungkan dari alat tersebut tetap timbul kekhawatiran khususnya dari sektor provasi pasien.

Untuk itulah, rencana tersebut kini masih dalam proses pematangan sebelum kemudian mulai dilakukan riset dan penggarapan secara intensif.

Siapkah untuk meyambut teknologi masa depan? Baca juga Tablet Canggih Berteknologi Braille Gelembung Mulai Dikembangkan dan Ini Bahaya Smartphone Disimpan di Saku Celana

Top