Facebook Blokir Iklan Rival?

Facebook Dituding Bermain Curang Terhadap Pesaingnya, Hike – Facebook, media sosial terbesar yang hampir digunakan oleh seluruh umat manusia ini beberapa waktu lalu telah mengakuisisi aplikasi pesan instan WhatsApp. Hal ini menjadi sebuah peluang keuntungan baru, mengingat pesan instan WhatsApp juga telah mendunia dan menjadi aplikasi pesan instan terpopuler saat ini. Namun, bukan berarti WhatsApp tidak memiliki rival. Setelah nama WhatsApp mulai melejit, mulailah pesaing-pesaingnya bermunculan seperti Line, Kakao Talk, WeChat, Skype dan aplikasi serupa lainnya. Namun, kabar miring yang terdengar adalah bahwa untuk melibas lawan-lawannya tersebut, Facebook dituding melakukan kecurangan. Benarkah?

facebook-dituding-bermain-curang-terhadap-pesaingnya-hike

Berdasarkan laporan Ubergizmo, yang dilansir dari halaman techno.okezone, Selasa (12/01/2016) tertulis bahwa agar tetap menjadi pemimpin layananan pesan instan terdepan, Facebook baru-baru ini dituding bermain curang oleh Hike. Hike sendiri merupakan sebuah platform pesan instan yang berbasis di India, dan belum lama ini perusahaan tersebut telah mengajukan tuduhan terhadap Facebook yang telah memblokir iklannya, sehingga mencegah pengguna untuk mengunjungi iklannya.

Pada informasi tersebut, juru bicara Hike mengatakan, “Pengiklan memiliki pilihan diantara pilihan lain, pilihan untuk mengirim orang ke website Anda. Beberapa minggu lalu kami tiba-tiba diblokir dari penggunaan pilihan ini, sementara kami bisa menggunakan pilihan on action,” ungkapnya.

Ketika kasus tersebut dikonfirmasi, Facebook tetap bisa merespon bahwa pada Facebook memang ada aplikasi-aplikasi tertentu yang tidak dapat diiklankan oleh Facebook dan kemungkinan besar Hike merupakan salah satu aplikasi yang tidak dapat diiklankan.

Rupanya, hal ini bukan pertama kali yang terjadi. Pernah beberapa bulan yang lalu, Facebook juga dituduh memblokir pesaingnya. Bahwa Facebook telah menghalangi link Telegram yang merupakan pesaing WhatsApp sebagai aplikasi pesan instan untuk Android.

Terkait tuduhan tersebut, Facebook memang belum angkat bicara. Benar atau tidaknya bahwa iklan aplikasi dari pesaingnya tersebut telah diblokir.

Namun, disamping itu, memang hingga saat ini WhatsApp masih menjadi salah satu aplikasi pesan instan yang paling banyak digunakan oleh pengguna. Jadi kemungkinan besar tanpa melakukan kecurangan pun, nampaknya WhatsApp akan tetap bertahan sebagai aplikais pesan instan terdepan, terlebih lagi setelah diakuisisi oleh Facebook. Baca juga Safety Check, Kembali Diaktifkan Untuk Melacak Korban Gempa di India dan Di Tengah Populernya WhatsApp, Brasil Justru Minta Matikan Aplikasi Ini

Top