Asosiasi : Kita Tidak Bisa Membatasi E-Commerce Asing!

Tanggapan Pihak Asosiasi Terhadap Gempuran E-Commerce Asing di Indonesia – Saat ini memang telah begitu banyak situs-situs e-comerce asing yang memasuki dunia pasaran online di Indonesia. Nampaknya, Indonesia memang menjadi sasaran empuk untuk menjadi ladang bisnis jual beli online. Selain Lazada, Aliexpress, kabarnya eBay juga bakal segera turut meramaikan persaingan e-commerce asing di Tanah Air. Menanggapi hal ini, lalu bagaimana komentar lembaga asosiasi?

tanggapan-pihak-asosiasi-terhadap-gempuran-e-commerce-asing-di-indonesia

Rupanya fenomena ini dianggap wajar oleh asosiasi e-commerce Indonesia (idEA). Hal ini diakatakan karena, e-commerce sendiri telah berdiri di atas internet yang seperti diketahui dunia internet itu sifatnya bebas sehingga segala bentuk pemasaran yang berbasis internet akan dengan mudah keluar-masuk.

Tanggapan lembaga asosiasi sendiri seperti yang dikutip dari halaman Kompas Tekno, Sabtu (23/01/2016),”Filosofi internet kan freedom. Kita tidak bisa membatasi asing. Kalau dilawan, mau sampai kapan?” bigitu yang diungkapkan Ketua Umum idea Daniel Tumiwa.

Namun, bukan berarti pihak asosiasi sendiri pasrah dan hanya diam. Menurut Daniel, cara yang paling baik dan bijak dalam menanggapi gempuran e-commerce  luar negeri yang berbondong-bondong masuk ke Tanah Air adalah bukan dengan melawan, tetapi justru harus melakukan hal yang sama, artinya Indonesia juga harus mengupayakan agar e-commerce lokal yang dimiliki juga bisa menembus pasar online asing.

Sebab, apabila sejak awal e-commerce asing dilawan maka hal ini juga akan mempersulit permainan e-commerce lokal untuk masuk ke pasar global.

Selain itu, Daniel juga mnegungkapkan dua hal yang sangat penting dan efisien untuk menanggapi e-commerce asing yang begitu banyak memasuki Tanah Air, yaitu yang pertama adalah pemain lokal harus mendapatkan semangat dengan adanyan insentif yang berguna untuk menciptakan produk berdaya saing tinggi. Insentif tersebut bisa berupa pendanaan, kecilnya regulasi atau pajak, serta bimbingan. Hal ini bisa memicu bagi e-commerce lokal untuk go internasional.

Yang kedua adalah menggunana e-commerce asing sebagai jalur diplomasi  untuk menjalankan bisnis di Indonesia. Misalnya dengan merangkul e-commerce asing untuk membangun kantor di Indonesia. Dengan begitu hubungan kerja sama menjadi semakin baik serta terbukanya peluang e-commerce lokal untuk memasuki Negara lain juga semakin lebar.

Untuk hal ini, asosiasi juga tengah mengupayakan hal semaksimal mungkin agar e-commerce Indonesia tidak kalah saing dengan kompetitor yang datang dari luar negeri. Baca juga Persaingan E-Commerce Lokal Semakin Ketat dan Satu Lagi Aplikasi Marketplace di Indonesia Telah Hadir

Top