Seolah Tak Ada Habisnya, Apa Lagi Generasi Setelah 4G LTE?

Ikuti Jepang dan Korea Selatan, Akankah Indonesia juga Persiapkan 5G? – Setelah seluruh dunia digegerkan dengan peralihan dari generasi 3.5G yang kemudian sekarang penataan frekuensi jaringan telah beralih pada jaringan 4G LTE, termasuk di Indonesia yang proses penggarapannya telah selesai dilakukan. Lalu, setelahnya apa lagi yang akan digarap oleh para pengelola jaringan di negeri ini khususnya (Kemenkominfo)?

ikuti-jepang-dan-korea-selatan-akankah-indonesia-juga-persiapkan-5-g

Apabila mengikuti jejak negara-negara maju seperti Korea Selatan juga Jepang tentu saja mereka masih memiliki rencana untuk meningkatkan kecepatan jaringan internet dengan generasi berikutnya setelah 4G LTE yaitu jaringan 5G yang kabarnya akan menciptakan dunia IoT (Internet of Things) yang akan memaksimalkan konektivitas internet dengan kecepatan berkali lipat lebih tinggi.

Namun, nampaknya Indonesia masih belum mengarah ke jalur tersebut. Baik dari pihak operator telekomunikasi juga pemerintah. Kali ini Indonesia memilih untuk berfokus terlebih dahulu terhadap pengelolaan dan perluasan jangkauan dari jaringan 4G LTE yang memang saat ini masih belum merata di seluruh wilayah.

Berdasarkan lansiran dari halaman Kompas Tekno, Selasa (08/12/2015) yang menginformasikan dalam diskusi bertema “4G, What’s Next?” Rudiantara selaku Mekominfo mengatakan bahwa kementerian yang saat ini dipimpinnya hanya akan berfokus pada dua hal saja hingga empat tahun mendatang.

Dalam kutipannya, “Sampai 2019, Kemenkominfo fokus dua saja, yaitu efisiendi dan broadband, ujarnya.

Kemudian pihaknya menambahkan hal tersebut merupakan sebuah langkah untuk seluruh operator menciptakan ruang bisnis bagi model jaringan 4G LTE. Apabila Jepang kemudian berlanjut pada jaringan 5G, di Indonesia tidak disarankan untuk mengikuti euforia yang ada. Karena apabila telah dikelola dengan baik, maka teknologi 4G LTE juga sangat bisa dimanfaatkan dengan maksimal.

Untuk persoalan broadband, Rudiantara yang akrab disapa Chief RA inimengungkapkan bahwa saat ini memang tengah dalam persiapan untuk melakukan pembukaan tender dari sumber daya yang tersisa pada frekuensi 2.100 Mhz. Selanjutnya, juga dilakukan proses penyelesaian pada penggarapan Palapa Ring yang akan digunakan sebagai backbone bagi akses internet di seluruh wilayah Nusantara.

Sedangkan untuk urusan efisinesi, pihaknya menuturkan akan berusaha melakukan upaya untuk sharing atau berbagi infrastruktur telekomunikasi yang aktif maupun pasif. Untuk sharing atau berbagi yang dimaksudnya disini misalnya dengan berbagi radio access network diantara dua operator yang berbeda agar saling berhubungan dalam sebuayh komunikasi. Baca juga Menkominfo Lakukan Penataan Jaringan 4G Difrekuensi 1.800 Mhz dan Teknologi 5G Bakal Sambangi Indonesia di Tahun 2020

Top