Pengguna Smartphone di Indonesia Berkontribusi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Pengguna Smartphone RI Sumbang Negara Rp 1,7 Juta per Tahun – Penelitian yang dilakukan oleh dua lembaga kredibel Indonesia yaitu Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan Masyarakat Telematika (Mastel) berhasil membuka fakta baru sekaligus unik. Dari hasil penelitian dua lembaga tersebut, tak ayal membuat Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengapresiasinya.

Pengguna Smartphone di Indonesia Berkontribusi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh LPEM dan Mastel mengerucut pada sebuah permasalahan jika smartphone ternyata juga berkontribusi terhadap pergerakan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Faktanya, ternyata pengguna telepon seluler turut andil dalam memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 5,5 persen.

“Hasil penelitian ini membuktikan sekaligus mempertegas bahwa sektor ICT memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di suatu negara, tak terkecuali,” ucap Rudiantara di perayaan HUT ke-22 Mastel di Kementerian Kominfo, seperti dikutip dari laman Viva.co.id, hari Rabu (2/11).

Penelitian tersebut mengungkapkan jika setiap pengguna smartphone di Indonesia, juga berkontribusi terhadap pereknomian makro negara. Bahkan dari tiap-tiap pengguna smartphone di Indonesia berhasil menyumbangkan setidaknya Rp 1,72 juta setiap tahunnya, itu hanya dihitung perorangan. Ditambahkan lagi, jika kenaikan penggunaan smartphone sebanyak 1 persen akan turut serta meningkatkan PDB sebesar 0,55 persen. Jika dihitung, rata-rata semua pengguna smartphone di Tanah Air telah memberikan kontribusi PDB sebesar 5,5 persen.

Hasil ilmiah yang dibeberkan oleh LPEM dan Mastel tersebut juga menggarisbawahi jika fungsi smartphone dewasa ini tidak lagi sekedar untuk alat berkomunikasi semata. Tetapi kian lama smartphone juga bisa bermanfaat sebagai media penunjang produktivitas kerja. Apalagi saat ini di smartphone juga mampu menyediakan beragam fasilitas pekerjaan dan juga data trafik yang memungkinkan pengguna smartphone bisa memanfaatkan bermacam aplikasi penunjang pekerjaan mereka.

Terkait hasil penelitiannya tersebut, Mastel memiliki harapan jika pemerintah terus mendorong harga smartphone di Indonesia agar bisa ditekan. Terutama untuk smartphone yang sudah didukung dengan jaringan 4G LTE wajib dilabeli dengan harga murah supaya bisa dijangkau masyarakat.

“Mastel berharap semua pihak mendukung terciptanya ekosistem ekonomi digital yang mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat,” ungkap perwakilan Mastel. Baca juga Canon EOS Tembus Angka 80 Juta Unit Per -10 November 2015 dan Satu Lagi Aplikasi Marketplace di Indonesia Telah Hadir.

Top