Mahasiswa Kedokteran Ciptakan Aplikasi untuk Perokok Berat

Mahasiswa Ciptakan Aplikasi Mobile Hentikan Kecanduan Rokok – Untuk semua penikmat rokok di dunia ini, berhenti merokok merupakan hal yang paling sulit untuk dilakukan. Menyadari akan masalah yang dihadapi oleh pecandu rokok tersebut, membuat sekelompok mahasiswa jurusan kedokteran berinisiatif membuat sebuah aplikasi mobile yang dapat membantu perokok untuk berhenti merokok.

Mahasiswa Kedokteran Ciptakan Aplikasi untuk Perokok Berat

Aplikasi tersebut dirancang dengan metode yang cukup istimewa, dimana menggunakan cara unik dengan menggabungkan dua unsur yaitu game dan video demi membantu pecandu rokok berhenti menghisap rokonya. Untuk softwarenya sendiri menggunakan software elemen cognitive behavioural therapy (CBT), yakni software yang berisi pembicaraan populer yang bisa membantu mengubah cara pandang serta pemikiran hingga mempengaruhi tindakan penggunanya.

Aplikasi ini juga satu-satunya aplikasi yang secara khusus menyasar segmen perokok untuk menghentikan aktivitasnya tersebut. Demi menciptakan aplikasi yang nyaman digunakan, perancang menyertakan aplikasi dengan beberapa fitur menarik seperti game untuk mencari target pribadi, serta mengontrol tingkat kemajuan pengguna dengan sebuah video animasi yang menampilkan sosok dokter pribadi.

Salah seorang mahasiswa kedokteran dari Imperial College London, bernama Yusuf Sherwani, yang turut mengembangkan aplikasi ini mengungkapkan bahwasanya sebagai mahasiwa kedokteran hampir setiap hari dia mengahadapi situasi dengan pasien korban merokok, dimana kebanyakan pasien ingin berhenti merokok, namun tidak memiliki dukungan apapun untuk membantunya berhenti merokok.

“Kami sangat berharap aplikasi ini hadir sebagai solusi dan mengubah dukungan yang tersedia bagi mereka. Kami percaya itu bisa menjadi pengganti game,” ujarYusuf, dikutip dari Mirror, hari Sabtu (12/12).

Proyek pengembangan aplikasi tersebut rencananya mulai dipresentasikan di ajang ilmiah bertajuk British Thoracis Society Winter Meeting yang bertempat di London, Inggris.

Sementara menanggapi penemuan sejumlah mahasiswa kedokteran ini, seorang dokter dari konsultan spesialis paru dan ketua dari British Thoracic Society Tobacco Special Advisory Group, yang bernama Dr Sanjay Agrawal, sangat mengapresiasi temuan yang mereka inisiasi.

“Ini benar-benar prototype yang sangat menarik dan kami berharap lebih lanjut bisa melihat perkembangannya. Saya suka ide kombinasi teori prilaku kognitif yang dikombinasikan dengan kekuatan menyenangkan dalam game berhenti merokok,” terang Sanjay. Baca juga Penelitian Membuktikan Kinerja SMS dan Telepon Ponsel Jadul Lebih Baik dan Fitur Security Checkup dari Facebook Telah Meluncur untuk Pengguna Android.

Top