Di Masa Depan Isi Baterai Ponsel Bisa Menggunakan Urine

Ilmuwan Kembangkan Inovasi Pengisian Baterai Ponsel dengan Urine – Dewasa ini perkembangan dunia teknologi memang mengalami kemajuan cukup pesat. Tak terkecuali dengan perkembangan teknologi smartphone yang kian hari kian maju. Termasuk dalam hal baterai atau listrik sebagai sektor vital dalam pengisian daya sebuah smartphone. Yang terbaru, saat ini para peneliti dikabarkan tengah berinovasi mengembangkan teknologi pengisian daya baterai dengan menggunakan urine. Ke depannya, inovasi ini bakal terus berkembang hingga mampu menggeser peran powerbank sebagai portable charger sebuah smartphone.

Di Masa Depan Isi Baterai Ponsel Bisa Menggunakan Urine

Dikutip dari harian Metro.co.uk, untuk pengoperasian kinerja dari alat ini terhitung ‘nyeleneh’, dimana alat ini akan menggunakan media kaos kaki. Caranya, alat ini akan menciptakan energi ketika urin dipompa oleh penggunanya saat berjalan. Tim peneliti yang bermarkas di Bristol Bioenergi Pusat, Universitas Inggris Barat tersebut telah menanamkan kaos kaki dengan sel bahan bakar nikroba miniatur (PMF).

Sistem canggih tersebut juga dinilai cukup berhasil ketika menuju papan transmisi nirkabel, serta sanggup mengirimkan pesan setiap dua menit kepada penerima dengan pengendalian komputer. Salah seorang pemimpin tim pengembang, Profesor Ioannis Ieropoulos, berujar jika penelitiannya saat ini semakin membuka peluang di masa mendatang untuk kemungkinan menggunakan urin sebagai sumber daya perangkat.

“Setelah didukung ponsel dengan PMF menggunakan urine sebagai bahan bakar, kami ingin melihat apakah kita bisa meniru keberhasilan ini dalam teknologi yang bisa dipakai,” tuturnya, dilansir dari portal Viva.co.id, hari Senin (14/12).

Ioannis juga mengutarakan jika saat ini teknologi pengisian baterai ponsel dengan menggunakan urin masih akan terus dikembangkan. Dia bersama dengan tim yang dipimpinnya, juga berharap sistem yang ada saat ini bisa berkembang jauh lebih mandiri. Selain itu juga bisa berfungsi dengan benar-benar mengandalkan pada tenaga manusia, lewat urine sebagai bahan bakar dan juga kaki sebagai pemompanya.

“Karya ini membuat kemungkinan penggunaan limbah untuk menyalakan elektronik portabel dan dapat dipakai,” tambah Ioannis lagi.

Penelitian tersebut rencananya akan diterbitkan dalam sebuah jurnal Bioinspiration dan Biomimetics. Sedangkan Bristol Bioenergi Pusat, akhir-akhir ini juga baru saja merilis sebuah inovasi bernama urinoir prototype bersama Oxcam dengan fokus menciptakan model pencahayaan di kamp pengungsi menggunakan media urine. Baca juga Blackphone 2, Ponsel Teraman di Dunia Telah Membuka Pemesanan dan Teknolgi Terbaru, Menyetir Mobil Hanya dengan Otak.

Top