Bisnis Smartphone Semakin Turun, Samsung Tatap Bisnis Otomotif

Samsung Segera Bentuk Divisi Otomotif – Bersamaan semakin sepinya bisnis smartphone Samsung, dikabarkan Samsung serius untuk berubah haluan menatap bisnis lainnya yang dinilai lebih prospektif untuk masa depan yakni otomotif. Samsung belakangan memang mengungkapkan niatnya untuk membuat divisi khusus yang menjurus pada bisnis otomotif, dan berharap dengan divisi barunya ini dapat mengatrol pendapatan perusahaan ke depannya.

Bisnis Smartphone Semakin Turun, Samsung Tatap Bisnis Otomotif

Divisi otomotif Samsung diproyeksikan akan menyediakan penjualan beragam komponen mobil, dengan produk khusus berupa perangkat multimedia, navigasi satelit, serta teknologi mobil yang akhir-akhir ini marak yaitu mobil nirawak. Untuk menjalankan divisi otomotifnya, Samsung tetap akan bersinergi dengan divisi teknologi lainnya.

Dikutip dari Reuters, Sabtu (12/12), memang banyak investor dan juga para analis yang menyarankan Samsung untuk memperkuat lini bisnisnya di sektor teknologi kendaraan, selain hanya berkutat pada teknologi smartphone. Hal tersebut bukan karena tanpa alasan, sebab saat ini banyak produsen mobil berlomba-lomba memasukkan perangkat canggih ke dalam produk mobil mereka, sehingga hal ini pasti menguntungkan buat Samsung.

Kemudian alasan lainnya adalah karena saat ini potensi penjualan smartphone Samsung memang terus mengalami penurunan. Dimana prediksi pasar menunjukkan jika keuntungan ponsel mulai tahun 2015 akan terus menurun secara signifikan. Padahal bagi Samsung, bisnis smartphone adalah sebuah bisnis yang turut melambungkan namanya ke dalam jajaran teratas pabrikan teknologi dunia, sekaligus berpengaruh terhadap penambahan pendapatan perusahaan mereka secara keseluruhan.

Langkah serupa ternyata tidak akan ditempuh Samsung saja melainkan juga vendor lain yang saat ini mulai berlomba-lomba terjun untuk divisi otomotif. Mayoritas perusahaan lain juga mulai mencoba masuk ke dalam bisnis komponen otomotif software serta menyediakan layanan pelengkap dengan nilai investasi sekitar Rp 6,983 triliun.

Untuk mendukung bisnis komponen otomotifnya, Samsung telah memiliki potensi besar dengan cukup menggandeng produsen baterai Samsung Electronics SDI dan juga produsen komponen elektronik lewat Samsung Electro-Mechanics. Dengan kerja sama antara ketiga divisi ini mereka bisa bersinergi untuk berkiprah di teknologi otomotif.

Tetapi meskipun berpotensi besar terjun ke dalam industri otomotif, hal ini tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Samsung masih butuh beberapa tahun lagi untuk bisa menjadi raksasa teknologi otomotif dunia, karena siklus untuk industri ini berjalan cukup lamban dibandingkan pasar smartphone. Baca juga Teknologi Terbaru, Menyetir Mobil Hanya dengan Otak dan Hologram yang Bisa Disentuh Selangkah Lagi Menjadi Kenyataan.

Top