Apple Dituntut Bangun Pusat Riset di Indonesia

Menkominfo Ultimatum Apple untuk Bangun Pusat Riset di Indonesia – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) tampaknya benar-benar serius untuk mengimplementasikan kebijakan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang rencananya bakal diberlakukan mulai tahun 2017 mendatang. Demi terwujudnya program tersebut, Menkominfo mengultimatum salah satu raksasa teknologi dunia, Apple, untuk segera membangun pusat research and development (R&D) di Indonesia.

Apple Dituntut Bangun Pusat Riset di Indonesia

“Sudah pasti, (Apple) harus bangun pada 2016, kan aturan TKDN berlakunya 2017,” ujar Rudiantara, selaku Menkominfo dihimpun dari laman Viva.co.id, hari Selasa (29/12).

Ultimatum yang dilontarkan Menkominfo tersebut bukan main-main. Sebab pernyataan Rudiantara memiliki alasan kuat, dimana untuk vendor lokal maupun vendor global tanpa pandang bulu, yang ingin melemparkan produknya di pasaran Indonesia yang sudah mendukung jaringan 4G LTE, harus mengikuti aturan main pemerintah lewat TKDN, Jika aturan tersebut tidak mampu dipenuhi oleh vendor, maka vendor tersebut harus siap angkat kaki dari pasar smarphone 4G di Indonesia.

Ditambahkan oleh Rudiantara, ketika aturan tersebut sudah diberlakukan, maka penerapan regulasi TKDN akan mencakup 30 persen, yang tersusun atas development dan manufaktur. Sementara untuk bagian manufaktur juga akan dibedakan menjadi dua, yaitu manufaktur software dan hardware.

“Tetap harus dilihat nilainya, dari segi aktivitas dan lain-lain. TKDN dari Kominfo 30 persen intinya, rinciannya seperti apa itu, tunggu perhitungan teknisnya dari Kementerian Perdagangan,” tambah Rudiantara.

Sejauh ini untuk vendor smartphone yang akan merilis smartphone 4G miliknya ke Indonesia harus mengikuti aturan baru. Yang mana untuk aturan tersebut, mewajibkan tiap-tiap vendor harus memenuhi syarat berupa komponen lokal sebesar 20 persen pada produk smartphone 4G. Syarat ini berlaku sampai akhir tahun 2016 saja, hingga kemudian untuk periode 1 Januari 2017 besok, aturan tingkat komponen lokal akan dinaikkan jumlah komponen lokalnya menjadi 30 persen.

Kebijakan mengenai aturan TKDN tersebut telah disetujui oleh pemerintah lewat tiga kementerian yang saling bekerja sama. Adapun tiga kementerian tersebut ialah Kominfo, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Perindustrian. Jika ternyata perusahaan sekelas Apple masih ngotot dan tidak mau mengikuti aturan main pemerintah mengenai smartphone made in Indonesia, maka sudah pasti Apple dilarang memasarkan smartphone miliknya di dalam negeri. Baca juga Samsung Galaxy S7 Punyai Fitur Iris Scanner? dan Tahun 2016, Advan akan Serius Garap Smartphone.

Top