Wow, Pusat Data Center Terbesar di Rusia Gunakan Tenaga Nuklir!

Solusi Bagi Penyimpanan  Data Warga Rusia Gunakan Tenaga Nuklir – Kali ini terhembus berita yang berasal dari Rusia. Kabarnya, perusahaan tenaga nuklir Rosenergoatom tengah membangun pusat data terbesar di Rusia. Untuk lokasinya, Data Center Rusia ini terletak di kota Udomlya, Rusia bagian Utara tepatnya berdekatan dengan pembangkit listrik tenaga nuklir Kalinin.

solusi-bagi-penyimpanan-data-warga-rusia-gunakan-tenaga-nuklir

Rosebergoatom menargetkan, untuk data center tersebut akan mengkonsumsi daya hingga 80 megawatt yang akan sanggup mengaktifkan 10.000 server. Sedangkan untuk memenuhi daya tersebut akan menggunakan sumber daya pembangkit listrik nuklir yang berada di sebelahnya.

Informasi dari DataCenterDynamics, yang terangkum pada halaman Kompas Tekno, Senin (30/11/2015) menyatakan bahwa sekitar 10 persen dari kapasitas data center telah dialokasikan untuk lembaga serta perusahaan pemerintahan. Sedangkan untuk 90 persen lainnya akan dikomersialkan bagi kebutuhan publik dan perusahaan-perusaah swasta.

Dalam urusan ini, Rosenergoatom menggandeng pihak Facebook dan Google untuk turut serta memanfaatkan kapasitas penyimpanan yang sedang dibangun tersebut.

Penawarna ini memang cukup bersifat “win-win solution” atau solusi yang paling menarik bagi Rusia. Pasalnya, kini Rusia telah menerapkan peraturan baru dimana setiap perusahaan asing harus menyimpan data warga Negara Rusia. Untuk itulah kebutuhan daya dan kapasitas dari data center cukup banyak agar seluruh data warga dari Negara terbesar ini sanggup tertampung secara keseluruhan bagi setiap perusahaan asing.

Apabila segala proses berjalan dengan tepat waktu, maka penjadwalan untuk gedung pada tahap pertama data center akan selesai pada bulan Maret 2017 mendatang. Sementara itu, untuk melakukan pembangunan gedung tersebut pihak Rusia mempercayakannya pada sebuah kontraktor lokal bernama CHD Engineering.

Sejauh ini, untuk kebutuhan pembangunan gedung saja, proyek data center terbesar ini telah menghabiskan biaya sekitar 975 dollar AS atau yang setara dengan Rp 13,4 triliun. Biaya tersebut masih murni hanya bangunan saja belum termasuk pembangunan infrastruktur bagian IT dan perlengkapan lainnya.

Namun, biaya tersebut memang sebanding dengan segala kebutuhan dalam penggarapan proyek ini. Pasalnya, untuk sebuah pembangunan gedung bagi data center memang harus terjamin kemanannya, mengingat segala komponen yang nantinya digunakan adalah komponen yang cukup riskan dan harus selalu terpantau. Baca juga Versi Terbaru WhatsApp Hadirkan Link Preview dalam Percakapan dan Banyak Website Pemerintah yang Diretas Setiap Harinya

 

Top