Survey : Orang Indonesia Masih Kurang Peduli dengan Keamanan Cyber

Kejahatan Cyber Meningkat, Masyarakat Masih Kurang Peduli – Dewasa ini kejahatan cyber sudah mulai meningkat, dimana pelaku kejahatan cyber sudah bisa menemukan berbagai celah untuk mencuri data pribadi netizen atau pengguna internet demi mendapatkan keuntungan secara sepihak.

Survey : Orang Indonesia Masih Kurang Peduli dengan Keamanan Cyber

Imbas dari kejahatan cyber crime yang meningkat adalah kini semakin rawannya transaksi online yang dinilai tidak lagi aman, karena berpotensi pada penipuan atau pencurian saldo pemilik asli.

“Seringkali kita membuka fake website dan mengisi data kita di sana. Tapi saat kita memasukan data kita, data itu justru jatuh ke orang jahat yang mencuri uangmu atau menjual datamu,” ujar Parvinder Walia yang juga menjabat sebagai Sales and Marketing Director Eset Asia Pasific, dipetik dari KompasTekno (6/11).

Ternyata perkembangan kejahatan di dunia internet, tidak diikuti dengan pengetahuan dan rasa kewaspadaan yang tinggi dari masyarakat Indonesia, dimana dari hasil survey Eset Asia Cyber Savviness Report 2015, mengungkap fakta jika negara Indonesia menempati urutan terendah pengetahuan masyarakatnya terhadap risiko kejahatan cyber. Selain itu, masyarakat Indonesia juga tercatat ‘santai’ saja terhadap ancaman cyber crime dan dinilai yang paling tidak khawatir terhadap kejahatan di dunia online.

Padahal ada cara cukup mudah untuk menghindari kejahatan kriminal yang kian meresahkan, menurut Parvinder cara paling mudah untuk meminimalisir pencurian data oleh pelaku kejahatan online yaitu dengan memasang software antivirus dalam perangkat pengguna, dengan adanya antivirus tersebut memungkinkan berselancar di dunia maya, atau melakukan aktivitas transaksi terasa lebih aman.

Selain itu, dengan antivirus semua data yang kita masukkan di situs online akan mengalami tahap enkripsi, sehingga lewat langkah enkripsi yang dilakukan antivirus tersebut, bisa membuat data kita tak terbaca oleh pelaku kejahatan online yang biasa menggunakan keylogger untuk membaca data privasi pengguna. Dengan antivirus juga membuat informasi nama akun dan password yang pengguna masukkan di situs bank akan lebih aman dan tidak gampang jatuh ke tangan orang jahat.

“Pada akhirnya pemahaman tentang cyber savviness juga ikut menentukan tingkat keamanan seseorang di dunia maya” timpal Yudhi Kukuh, selaku Technical Consultant PT Prosperia Eset Indonesia. Baca juga Jefit, Aplikasi Gratis yang Bisa Berperan Sebagai Pemandu Fitness dan Tahun Depan Project Loon Google Hanya Melakukan Tes.

Top