Setiap Hari Puluhan Situs Pemerintah Diretas

Banyak Website Pemerintah yang Diretas Setiap Harinya – Dewasa ini Indonesia memang sedang gencar mengimplementasikan pelayanan publik berbasis elektronik atau biasa disebut dengan e-govenment. Namun bukan berarti penerapan kebijakan tersebut bakal mulus tanpa kendala. Dari data Lembaga Sandi Negara menyebutkan jika setidaknya ada sekitar 20 sampai 50 website milik instansi pemerintah dengan domain .go.id diserbu oleh peretas atau biasanya hanya sekedar untuk iseng.

Setiap Hari Puluhan Situs Pemerintah Diretas

Soal peretasan website pemerintah tersebut diutarakan oleh Kepala Lembaga Sandi Negara, yang bernama Mayor Jenderal TNI Djoko Setiadi, tatkala megikuti acara peluncuran Otorisasi Sertifikasi Digital dan Peralatan Sandi Karya Mandiri di Jakarta, pada hari Kamis, 26 November kemarin.

“Itulah tantangan terbesar penerapan e-government,” ungkap Djoko, dikutip dari TempoTekno.

Kemudian Djoko juga menambahkan jika saat ini di Indonesia, sangat dibutuhkan sistem pengamanan informasi yang sanggup memenuhi kriteria atau syarat keamanan yang meliputi aspek integritas, otentitas, kerahasiaan, dan juga antisangkal. Termasuk juga sertifikasi elektronik harus cepat diterbitkan lalu dikelola oleh pihak-pihak yang kompeten sebagai jaminan legalitas dan integritas.

Lembaga Sandi Negara sendiri juga telah meluncurkan OSD dan Peralatan Sandi Karya Mandiri, berdasarkan pada sejumlah pemanfaatan yang sudah pernah dilakukan oleh instansi pemerintah terhadap produk-produk rilisan Lembaga, misalnya saja pengadaan elektronik di Lembaga Pengadaan Barang dan jasa Pemerintah (LKPP), pajak elektronik, informasi Dewan Ketahanan Nasional, dan DIPA Elektronik Dirjen Anggaran Kementrian Keuangan.

Sejauh ini Djoko juga mengklaim jika sistem yang sudah diserahkan pada Lembaga Sandi Negara semuanya aman dan belum bisa diretas.

“Sejauh yang sudah kami kelola belum pernah ada yang dijebol oleh para peretas,” pungkasnya.

Untuk tambahan informasi, layanan OSD atau Otorisasi Sertifikasi Digital dan Peralatan Sandi Karya Mandiri adalah program yang dibuat oleh Lembaga Sandi Negara sebagai dukungan nyata terhadap program e-government di lingkungan instansi pemerintah. Menurut Lembaga Sandi Negara, tata pemerintahan yang dikelola secara elektronik saat ini memerlukan kepastian dan keamanan dari setiap dokumen yang disimpan. Secara sistemik, program ini dirancang dengan  teknologi kriptografi, yaitu sertifikat elektronik atau tanda tangan elektronik terverifikasi sehingga tidak semua orang bisa mengakses dokumen negara yang tersimpan dalam wadah e-government. Baca juga Data Privasi Pengakses Situs Porno Bisa dengan Mudah Disebarluaskan Peretas dan Smartphone OS Windows Paling Sulit Diretas.

Top