Menkominfo: Tidak Ada Pemberian Izin pada Google!

Tahun Depan Project Loon Google Hanya Melakuakan Tes – Setelah beberapa waktu belakangan ini Menkominfo banyak mendapat kritik terkait perizinan terhadap Project Loon dari Google yang kabarnya diizinkan untuk mulai diterbangkan pada tahun 2016 mendatang sementara  project Base Tranceiver  Station (BTS) yang dibuat oleh anak bangsa tidak mendapatkan respon, kini akhirnya Menkominfo angkat bicara.

tahun-depan-project-loon-google-hanya-melakuakan-tes

Rudiantara selaku Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) kemudian menegaskan , bahwa pihaknya tidak memberikan izin kepada Google, terutama dalam hal penyelenggaraan jaringan. Pihaknya menyampaikan, memang Project Loon Google ini sangat diminati oleh operator seluler Indonesia, namun yang terjadi sebenarnya adalah Menkominfo hanya akan membiarkan Google melakukan sebatas tes untuk memperlihatkan seperti apa Project Loon yang ditawarkan tersebut.

Berdasarkan kutipan dari halaman Viva Teknologi, Kamis (05/11/2015),“Saya tidak akan beri izin kepada Google. Ini hanya tes saja, technical tes,” ungkap Rudiantara saat ditemui di Shangri-La, Jakarta.

Rudiantara juga memberikan penilaian bahwa Project Loon yang dikembangkan oleh mesin pencari terbesar itu memang dinilai cukup strategis. Hal ini dikarenakan teknologi tersebut akan memungkinkan untuk membuka akses internet diseluruh penjuru Nusantara bahkan hingga ke daerah-daerah terbelakang.

Hal yang akan dilakukan oleh Google tahun depan barulah sebuah tes dikarenakan pihak Menkominfo sendiri ingin mengetahui seperti apa project tersebut. Sampai sekarangpun pihaknya masih belum mengetahui dengan pasti bagaimana skema juga konsep dari model bisnis Project Loon Google ini, untuk itulah sebaiknya dilakukan pengujian agar semuanya dapat diketahui dengan jelas.

Dari segi keamanan, Rudiantara juga mengungkapkan bahwa teknologi yang diracik oleh Google ini sebenarnya serupa dengan dengan menara-menara jaringan seluler yang telah ada saat ini, hanya saja perbedaan terletak pada penempatan yang berbeda dari menara pada umumnya.

“Project Loon itu ibratnya BTS (Base Tranceiver Station) Cuma dia ada di udara saja. Jadi, tidak ada bedanya, data pelanggan masih ada di operator,” tambahnya.

Seperti yang dikabarkan pada pekan lalu, bahwa tiga operator seluler Indonesia yaitu Telkomsel, Indosat juga XL Axiata sepakat untuk melakukan pengujian Project Loon buatan Google di Indonesia. Balon internet yang diterbangkan itu nantinya akan membuka akses internet pada daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau dengan menara.

Google menjanjikan, bahwa teknologi buatannya itu akan dapat menghubungkan lebih dari 100 juta penduduk Indonesia. Baca juga XL Axiata, Telkomsel dan Indosat Siap Uji Coba Balon Pintar Google dan Sempat Ditentang, Google Loon Hadir Tahun Depan

  • kalo bagus kenapa mesti ditolak….untuk perkembangan bangsa yang lebih maju….terima kasih

  • Nyampe Jamaludin

    ah payah ah.

Top