Marathon M5, Smartphone dengan Baterai Ganda

Gionee luncurkan produk bernama Marathon M5 – China memang terkenal sebagai negara penghasil smartphone murah tetapi memiliki kualitas yang lumayan bagus. Produk-produk tersebut diantaranya yaitu Oppo, Xiaomi, Evercoss, Nexian, Advan, Gionee dan masih banyak lainnya. Hampir semua produk laku keras di pasaran dunia karena spesifikasi yang ditawarkan pun tidak main-main dan diberikan dengan harga cukup murah.

Gionee luncurkan produk bernama Marathon M5

Akhir-akhir ini ada salah satu nama smartphone dari China bernama Gionee yang mulai mengeluarkan produk-produk smartphone yang dimilikinya dengan harga murah tapi didukung dengan kualitas yang lumayan.

Gionee telah mempersiapkan smartphone terbarunya dengan dilengkapi dua buah baterai sekaligus dalam satu perangkat. Smartphone unik tersebut diberi nama Gionee Marathon M5.  Masing-masing baterainya memiliki kapasitas 3.010 mAh, jadi total baterai yang dimiliki adalah 6.020 mAh.

Gionee mengklaim dalam kondisi penuh 100 persen, baterai bisa membuat perangkat hidup selama 28 hari dalam keadaan stand-by. Untuk melakukan panggilan suara bisa digunakan selama 68 jam atau hampir 3 hari penuh. Tidak hanya itu saja kelebihannya, Marathon M5 juga bisa digunakan sebagai baterai portabel untuk perangkat lain.

Produk terbaru dari Gionee ini dijalankan pada sistem operasi Android 5.0 Lollipop dan dilengkapi dengan layar 5,5 inci yang mendukung resolusi 720 x 1.280 piksel. Selain itu, Gionee Marathon M5 juga ditenagai processor jenis quad-core MediaTek MT6735 denga kecepatan 1,5 GHz.  Untuk lebih meningkatkan kinerja hardware dan software nya, Gionee melengkapi perangkat ini dengan memori RAM 3 GB.

Media penyimpanan internal yang diberikan juga lumayan, sebesar 32 megapiksel. Selain itu juga bisa ditambahkan penyimpanan eksternal dengan kartu memori. Dilihat dari sisi fotografi, Gionee Marathon M5 memberikan kamera dual dengan 13 megapiksel di bagian belakang dan 5 megapiksel di bagian depan.

Mengenai harga, Gionee Marathon M5 dibanderol dengan harga sekitar 270 dollar AS atau setara dengan Rp 3,6 Juta. Tetapi saat ini belum masuk ke Indonesia, karena negara pertama yang akan memperoleh perangkat ini adalah negara india. Untuk Indonesia belum bisa dipastikan akan masuk atau tidaknya perangkat ini.

Top