Dinilai Inovatif, Penggagas Bitcoin Layak Dapatkan Nobel

Penggagas Bitcoin Layak Terima Nobel – Nobel Ekonomi merupakan salah satu penghargaan bergengsi layaknya Nobel di bidang lainnya. Penerima penghargaan Nobel Ekonomi biasanya ditujukan untuk insan yang dapat memberikan perubahan bagi perkembangan ekonomi dunia.

Dinilai Inovatif, Pengagas Bitcoin Layak Dapatkan Nobel

Untuk penghargaan Nobel Ekonomi tahun 2016, ada nominator mengejutkan yang  menjadi salah satu kandidat penerima Nobel di bidang ekonomi, ia adalah penggagas mata uang digital atau Bitcoin. Penemu Bitcoin yang juga merupakan warga asli Jepang, Satoshi Nakamoto, dianggap berhak dengan penghargaan tersebut lantaran telah memberikan inovasi baru pada industri transaksi digital.

Dilansir dari laman Gizmodo, Selasa (10/11), Satoshi begitu sapaanya telah berhasil mememukan mata uang Bitcoin sebagai mata uang di internet pada tahun 2008, tetapi sayangnya publikasi terhadap Satoshi masih sangat kurang. Bahkan sangat sedikit pengguna Bitcoin yang mengetahui profil atau wujud dari Satoshi.

Meskipun kurang tenar, tetapi hal ini tidak menyurutkan langkah Profesor Jurusan Keuangan asal UCLA, yang bernama Bhagwam Chowdhry, yang juga berjasa memasukkan nama Satoshi Nakamoto sebagai salah satu kandidat untuk hadiah Nobel Ekonomi 2016.

“Penemuan bitcoin, sebuah mata uang digital, merupakan hal yang revolusioner. Dia menawarkan banyak keuntungan melebihi mata uang fisik. Aman, mengandalkan kode kriptogafis dan bisa dibagi menjadi jutaan sub unit yang lebih kecil. Bahkan bisa dipindahkan secara aman dan instan ke mana saja di seluruh dunia melalui internet, tanpa melewati pemerintah, bank pusat, dan mediasi perbankan  seperti Visa, Mastercard, Paypal ataupun bank komersil lainnya. Mengurangi waktu jeda pengiriman dan biaya transaksi,” ujar Chowdhry, dilansir dari Vivanews.

Acapkali Bitcoin memang sering dipergunakan untuk transaksi gelap, baik untuk tindak pencucian uang atau bahkan transaksi narkoba lintas negara. Tetapi terlepas dari itu semua, Chowdhry juga meminta semua pihak untuk mengambil sisi positif dari penemuan Bitcoin yang menurutnya sangatlah pintar. Dengan adanya Bitcoin, bisa menjadi pertanda jika dunia digital saat ini terus mengalami kemajuan signifikan.

Sampai saat ini sendiri keberadaan Satoshi masih sangat misterius. Tak banyak orang yang benar-benar tahu akan keberadaanya sehingga hal ini menyulitkan Komite Nobel yang akan mengadakan proses wawancara untuk kandidat peraih Nobel tersebut. Baca juga Reuben Paul si Anak Cerdas yang Sudah Jadi CEO dan Pakar Internet dan The MIND Lab , Mulai Kembangkan Program Penafsir Gelombang Otak.

Top