Bisnis Handset BlackBerry Menuju Kiamat

Kurang Inovasi, Bisnis Handset BlackBerry Terancam Mati – Meskipun belum lama ini BlackBerry merilis flagship terbarunya yaitu BlackBerry Priv yang merupakan smartphone ber-OS Android pertamanya, namun hal tersebut dinilai sudah terlambat oleh seorang analis dari International Dta Corporation (IDC) yang bernama Francois Jeronimo. Bahkan Jeronimo juga mengungkapkan jika bisnis handset BlackBerry tinggal menunggu waktu ‘kiamat’.

Bisnis Handset BlackBerry Menuju Kiamat

Inovasi yang dilakukan oleh BlackBerry sebenarnya sangatlah bagus, dimana smartphone Priv merupakan bukti jika BlackBerry masih bisa berinovasi terutama dalam segi design dan teknologi terbaru. Pada BlackBerry Priv juga menawarkan fitur mewah serpeti kombinasi tombol fisik QWERTY yang dipadukan dengan OS Android. Lewat flagship terbarunya tersebut BlackBerry berharap dapat memperbaiki penjualannya di pasar smartphone.

Sayangnya peluncuran BlackBerry Priv ke pasaran kadung terlambat, pasalnya menurut Jeronimo, bisnis handset yang dikuasai BlackBerry kini terlanjur menukik tajam ke bawah.

“Menurut saya, bahwa (kehadiran Priv) tidak akan membuat perbedaan (untuk bisnis keseluruhan). Ini sudah terlambat,” ujar Jeronimo seperti dilansir dari Vivanews, Minggu 8 November 2015.

Dari data yang didapatkan oleh IDC, memang saat ini BlackBerry hanya memiliki pangsa pasar sebesar 0,3 persen saja, dimana untuk seluruh unit yang dijual BlackBerry hanya sanggup mencatatkan penjualan smartphone dengan kisaran di bawah satu juta unit selama kuartal ketiga tahun 2015.

“Harusnya (Priv) telah diluncurkan 3-4 tahun yang lalu, itu yang akan membuat perbedaan,” sesal Jeronimo.

Selain itu pendapat yang sama juga diutarakan oleh seorang ilmuwan untuk Gartner, yang berrnama Roberto Cozza. Ia mengungkapkan jika perilisan BlackBerry Priv terlanjur terlambat, dan kini BlackBerry sontak hanya mengandalkan bisnis di industri solusi keamanan saja.

“BlackBerry bisa bertahan sebagai layanan dan perusahaan untuk solusi jenis nirkabel bagi korporasi. Saya pikir pada akhirnya, mereka perlu melihat yang ingin mereka lakukan dengan bisnis handset,” ungkap Cozza.

Padahal BlackBerry turut memegang peranan penting dalam perkembangan sejarah smartphone, Di masa kejayaannya bahkan BlackBerry dianggap sebagai lawan sepadan Apple untuk industri yang sama.

“Handset (Priv) itu cukup baik, tetapi itu tidak akan cukup untuk membujuk pembeli,” timpal Jeronimo.

Sebagai informasi tambahan, saat ini tren penjualan BlackBerry memang tengah di ujung tanduk lantaran pendapatan BlackBerry merosot menjadi US$490 juta pada kuartal ketiga 2015, jauh di bawah perkiraan analis yang awalnya memperkirakan US$610 juta. Baca juga Edisi Khusus Asus Zenfone 2 Deluxe Dilego Rp 5 Jutaan dan Analis Ramalkan Samsung Mundur dari Industri Smartphone Lima Tahun Lagi.

Top