Wow, Twitter Mampu Deteksi Gempa dalam 29 Detik!

Tweet Emergency Dispatch, Fitur Pendeteksi Gempa dari Twitter – Ketika jejaring sosial lainnya akan bekerja sebagai media komunikasi antar manusia pada jarak yang nyaris tidak terbatas, kini berbeda dengan Twitter yang mampu menjadi media pendeteksi gempa dengan fitur  Tweet Emergency Dispatch yang dimilikinya.

tweet-emergency-dispatch-fitur-pendeteksi-gempa-dari-twitter

Badan Survei Geologis di Amerika Serikat bernama US Geological Survey (USGS) ternyata juga telah menggunakan Twitter sebagai pendeteksi adanya gempa yang terjadi disaat teknologi sensor pendeteksi gempa konvensional tak dapat bekerja dengan baik.

Fitur Tweet Emergency Dispatch yang dilakukan oleh pihak USGS tersebut akan bekerja secara otomatis melakukan penyortiran terhadap notifikasi pada Twitter tentang adanya gempa bumi yang diposting oleh pengguna. Melalui kumpulan tweet tersebutlah dapat terdeteksi adanya aktifitas seismik di seluruh dunia, berdasarkan dari apa yang dirasakan langsung oleh pengguna.

Pada tahun 2009 silam, fitur tersebut juga telah mampu memberikan informasi tentang adanya gempa yang terjadi di California hanya dalam waktu 29 detik saja.

Mengingat betapa aktifnya pengguna di era saat ini yang selalu update apapun yang terjadi di sekitarnya, maka  memang tak heran lagi bahwa dalam keadaan gempa pun masih banyak yang melakukan update atau posting tentang berita kejadian gempa secara langsung. Baru kemudian fitur pada Twitter tersebut akan melakukan tugasnya dengan baik.

Hal tersebut juga mendapatkan sambutan baik dari seorang seismolog, Paul Earle,  seperti yang dikutip dari Ibtimes, Sabtu (10/10/2015), yang menyatakan bahwa hal tersebut bukanlah perubahan revolusioner dalam dunia teknologi, tetapi hanya kebiasaan manusia (pengguna) untuk melatih respon diri dengan cepat terhadap hal yang penting untuk kemudian menginformasikannya melalui dunia maya.

Lembaga USGS tersebut memang telah diketahui sudah memasuki dunia Twitter sejak tahun 2009 silam. Pihak mereka telah menjadikan platform tersebut sebagai sarana pemberi informasi mengenai gempa bumi.

Earle juga menambahkan bahwa dara real time yang diberikan oleh Twitter memang benar-benar independen dan dapat dijadikan sebagai sumber data sekunder.

Kemudian USGS juga menyatakan bahwa melalui fitur dari Twitter ini juga dapat diketahui apakah gempa bumi yang diprediksi oleh alat sensor gempa akurat atau salah.

Lembaga yang hampir sama dengan  BMKG yang ada di Indonesia ini, telah memiliki sekitar 2.000 sensor seismik yang sebagian besar terletak di Amerika. Baca juga Facebook Berikan Fitur Messenger di Apple Watch dan Sekelumit Kisah Perjalanan Jack Dorsey, Bos Baru Twitter

Top