Wow, Mahasiswa UII Kembangkan Bahan Bakar dari Minyak Jelantah

Mahasiswa UII Yogya Kembangkan BBM Alternatif dari Jelantah – Sebuah penelitian penting untuk masa depan kini tengah dilakukan oleh sekelompok mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta yang memprakarsai pengembangan biodiesel dari minyak goreng bekas atau biasa disebut minyak jelantah.

Biodiesel dari Minyak Jelantah

Biodiesel dari minyak jelantah itu memiliki kualitas tinggi karena kandungan airnya rendah yakni kurang dari satu persen,” ujar Kharis Pratama selaku koordinator kelompok mahasiswa UII Yogyakarta, dilansir dari Tempo Tekno hari Selasa (20/10).

Bagi Kharis, Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki konsumsi minyak goreng cukup tinggi, karena di Indonesia hampir semua jenis makanan diproses dengan cara digoreng. Banyaknya jelantah sisa penggorengan inilah yang akan dimanfaatkan oleh peneliti untuk menciptakan biodiesel.

Dari data pengembang UII, rata-rata konsumsi minyak goreng sawit di Indonesia setiap tahun mencapai kisaran angka yang fantastis yakni sebesar 5,5 juta ton atau jumlah ini adalah 24 persen dari total produksi minyak goreng sawit per tahun yakni sebesar 23 juta ton.

“Oleh karena itu, saya bersama empat rekan yakni Muhammad Idris, Yudi Antono, Jumardin Rua, dan Hikmat Ramdhani mencari metode yang tepat untuk memproses minyak jelantah menjadi biodiesel,” imbuhnya.

Namun meski begitu, ia menganggap proses ini cukup rmit karena metode biasa memngkinkan biodiesel memiliki kadar air yang tinggi sehingga kualitas yang dihasilkannya tak terlalu bagus.

“Setelah berkonsultasi dengan dosen pembimbing, kami baru menemukan metode yang tepat yakni dengan memanfaatkan reaksi transesterifikasi untuk mengkonversi minyak jelantah,” katanya menambahkan.

Untuk proses konversi, tim pengembang akan melakukannya dengan metode konversi lewat pemberian aliran listrik ke dalam larutan minyak jelantah dengan rentang waktu tertentu. Kemudian elektroda atau batang logam yang akan digunakan untuk mengaliri listrik dilumuri terlebih dahulu dengan larutan khusus kitosan gel.

“Reaksi transesterifikasi selama elektrolisis mengubah minyak jelantah ke dalam dua lapisan, yang berwarna coklat merupakan lapisan gliserol, sedangkan lapisan atas yang berwarna kuning keruh merupakan lapisan biodiesel,” tambahnya lagi.

Dengan berberapa tahap pengujian, maka akan masuk dalam tahap akhir yakni mencuci lapisan biodiesel dari residu sehingga mampu menghasilkan biodiesel murni yang siap pakai. Kharis juga yakin penelitiannya akan sanggup membawa paradigma baru dalam perkembangan teknologi biodiesel di Indonesia.

“Kami optimistis hasil penelitian tersebut akan membawa kontribusi positif dalam pengembangan bahan bakar alternatif di Indonesia,” pungkas Kharis. Baca juga Wireless Charging Perlahan Geser Pengisian Daya Konvensional dan Batik Fractal, Kombinasi Teknologi Komputer, Sains dan Seni.

 

Top