Mengapa Kedigdayaan Nokia Bisa Runtuh?

Alasan di Balik Ambruknya Nokia – Siapa yang tak mengenal produsen handphone legendaris Nokia? Jauh sebelum Apple dan Samsung mendominasi pasar, kita sudah disuguhkan dahulu dengan ekspansi gila-gilaan yang dilakukan Nokia. Bagaimana tidak, dahulu Nokia seperti penguasa tunggal pasar handphone dunia, bahkan cukup lama sebelum akhirnya roboh tak bersisa.

Mengapa Kedigdayaan Nokia Bisa Runtuh

Kini boleh jadi Nokia tinggalah sebuah cerita, meskipun kini Nokia sedang berusaha bangkit dengan perlahan untuk mengumpulkan puing-puing kesuksesannya.  Lantas mengapa perusahaan sebesar Nokia bisa kolaps? Simak penuturan mengapa Nokia bisa hancur, dikutip dari Wired, Kamis (22/10) berikut ini.

Bergerak Lambat

Kompetisi perangkat mobile yang sebenarnya, dimulai pada tahun 2007, ketika Apple merilis iPhone seri perdana yang dinilai inovatif. Sedangkan Nokia masih menganggap jika symbian tetaplah terbaik. Hingga akhirnya datang pendatang baru seperti BlackBerry dan Android, barulah Nokia kehilangan kepercayaan diri hingga akhirnya benar-benar terbenam. Setelah beebrapa tahun menghilang, Nokia seperti berusaha bangkit untuk merebut dominasi dengan merilis smartphone ber-OS dari Microsoft, yakni Windows Phone. Keputusan Nokia memilih Microsoft dinilai salah oleh sebagian orang, karena saat itu Microsoft belum begitu populer dibandingkan Apple, BlackBerry atau Android. Keputusan Nokia juga terlampau lambat, maka tak salah jika akhirnya loyalis Nokia bermigrasi pada smartphone ber-OS Android daripada bertahan pada Nokia yang dinilai memiliki operasional lebih lamban.

Ekspansi Negeri Tiongkok

Tak hanya dinilai terlalu lamban, Nokia juga kurang peka terhadap manuver yang dilakukan vendor lain. Kelahiran HTC, Huawei, dan ZTE yang kala itu berhasil mendobrak pasar smartphone berkat kejelian mereka untuk memproduksi smartphone Android. Lalu vendor smartphone Tiongkok lainnya seperti Lenovo, Xiaomi, dan Asus semakin membenamkan Nokia dalam jurang keterpurukan, dimana vendor Tiongkok berhasil merebut loyalitas konsumen Nokia lewat flagship Android mereka. Tak ayal, saat itu pasar smartphone dipenuhi oleh Apple untuk kelas atas, sedangkan Samsung menguasai pasar menengah, dan vendor Tiongkok menguasai pasar bawah. Lantas Nokia seperti tak kebagian porsi.

Nokia Dianggap Kuno

Karena lamban bergerak, akhirnya Nokia mulai dianggap usang. Nokia juga tak segera melakukan inovasi, dimana pada saat itu Samsung berhasil merebut perhatian konsumen dengan inovasinya. Dengan berbagai langkah serta strategi, akhirnya Samsung merebut tahta Nokia dengan cara gemilang. Sedangkan pada saat itu konsumen semakin pintar dengan memilih smartphone yang lengkap dengan fitur-fitur canggih, hingga membuat Nokia hanya dianggap sebagai warisan tradisional.

Hasilnya, kini Nokia sudah diakuisisi oleh Microsoft setelah menyerah pada keadaan. Usai sudah perjalanan sang legenda, namun Nokia tetaplah Nokia yang harum akan prestasinya di masa lampau, dengan flagship candybar yang tak akan pernah dilupakan sejarah. Jadi apakah akan ada smartphone terbaru dari Nokia? Mari kita tunggu bersama-sama. Baca juga Nokia 1100 Masih Menang Angka Penjualan Jauh di Atas iPhone 6 dan Nokia Konfirmasi akan Kembali Masuk ke Pasar Smartphone.

 

 

 

 

Top