Langgar Hak Paten, Apple Kena Denda Rp 3 Triliun

Apple Didenda Lebih dari Rp 3 Triliun Karena Langgar Hak Paten – Apple lagi-lagi harus berurusan dengan pelanggaran hak paten. Setelah beberapa waktu silam Apple terlibat perseteruan hebat dengan Samsung soal hak paten desain smartphone, kini perusahaan asal Lembah Silicon itu kembali tersandung masalah pelanggaran hak paten. Ya, Apple harus rela merogoh kocek hingga USD234 juta atau setara dengan Rp 3,16 triliun karena divonis telah melanggar hak paten milik Fondasi Riset Alumni Wisconsin (WARF) Universitas Wisconsin-Madison.

apple-didenda-lebih-dari-rp-3-triliun-karena-langgar-hak-paten

Seperti dilansir dari The Wisconsin State Journal pada Jumat (16/10), butuh waktu hingga 3,5 jam bagi dewan juri untuk menetapkan denda tersebut. Dalam gugatan yang dilayangkan oleh WARF, juri mengganjar Apple Inc. dengan nilai denda yang lebih besar. Sebelumnya, pihak yayasan WARF menuntut Apple dengan nilai lebih dari USD400 juta. Meski akhirnya tuntutan kurang USD165 juta, namun tim kuasa hukum tampak tersenyum setelah putusan itu dibacakan.

Juri memutuskan bahwa pihak Apple memang bersalah karena melanggar hak paten yang memicu kerugian pihak lain. Apple dinilai melanggar hak cipta keran menggunakan “sirkuit prediktor” pada chip. Teknologi tersebut telah dipatenkan pada tahun 1988 setelah dikembangkan oleh Profesor Gurindar Sohi dan tiga muridnya. Teknologi itu digunakan oleh Apple untuk meningkatkan kecepatan dan efisiensi prosesor yang menjalankan perangkat mobile Apple populer, seperti iPhone dan iPad, dan memperpanjang masa pakai baterai sebanyak dua jam.

Apple sendiri gagal mendapatkan lisensi sebelum akhirnya memasukkan teknologi tersebut ke dalam chipset AT, A8, dan A8X yang digunakan pada iPhone 5S hingga iPad Air 2. Apple mengklaim bahwa seharusnya perusahaannya hanya membayar tujuh sen untuk setiap unit yang dimasukkan dalam chipset-nya. Sementara WARF menuntut 2.74 dolar AS per unit atau total 400 juta dolar AS. Dewan juri juga memutuskan bahwa iPhone dan iPad dijual di luar AS juga telah melanggar paten.

Apple Inc. pun masih berpotensi menderita kerugian lebih besar jika juri William Cohey tidak memutuskan bahwa pelanggaran yang dilakukan Apple sebagai hal yang tidak disengaja. Namun mimpi buruk Apple belum berakhir karena bulan lalu WARF mengajukan gugatan serupa yang mencakup chipset A9 dan A9X yang mendukung kinerja iPad Pro. Baca juga Microsoft Tarik Unit Demo Smartphone Lumia 950 XL dari Toko Resmi Microsoft Store dan iPhone 6s Plus Dilego Harga Hingga Rp 19,2 juta di India.

  • dawoud.r

    dawoud.r

Top