Jamur Bisa Bikin Baterai Ponsel Awet, Caranya?

Jamur Kancing, Material Baterai Lithium-Ion yang Tahan Lama – Selain adanya sepeda kayuh yang dapat digunakan untuk mencharge baterai ponsel, kini justru ada yang lebih menarik yaitu material pembuat baterai ponsel dengan menggunakan jamur.

jamur-kancing-material-baterai-lithium-ion-yang-tahan-lama

Para peneliti dari University of California, Riverside Bourns Collage of Engineering telah berhasil membuat sebuah baterai jenis Lithium-Ion dengan bahan jamur kancing. Kabarnya, baterai berbahan jamur ini lebih ramah lingkungan serta lebih mudah diproduksi. Bukan hanya itu, yang menonjol dari material ini, yaitu membuat daya tahan baterai lebih kuat jadi dijamin akan lebih awet dibanding baterai biasa.

Seperti yang dilansir dari halaman Science Daily, selasa (06/10/2015), salah seorang mahasiswa program Materials Science and Engineering, Brennan Campbell mengatakan bahwa dengan menggunakan material tersebut, ponsel masa depan akan memberikan ponsel yang akan memberikan waktu penggunaan yang semakin meningkat apabila penggunaan semakin lama.

Hal tersebut memang sangat berkebalikan dengan baterai karbon biasa. Pasalnya, apabila baterai karbon biasa akan memiliki daya tahan yang semakin berkurang seiring dengan lamanya penggunaan. Penyebabnya adalah baterai karbon akan lebih cepat mengalami pengikisan pori-pori lantaran terjadi pergerakan sel yang secara terus-menerus.

Daya tahan yang luar biasa dari jamur kancing tersebut diperoleh dari adanya pori-pori yang dimilikinya juga luar biasa banyak. Menurut para peneliti, pori-pori ini sangat penting untuk material baterai karena akan memberikan banyak tempat untuk penyimpanan dan transfer energi.

Selain itu, jamur kancing juga memiliki kandungan potasium yang sangat tinggi sehingga akan terus menambah jumlah pori-pori yang ada. Hal tersebut tentunya akan membuat kapasitas terus meningkat. Namun, tentu saja untuk menciptakan sebuah baterai pada ponsel yang memenuhi standar tetap perlu adanya penyempurnaan dari baterai jamur ini agar dapat layak menggantikan baterai karbon biasa.

Karena memang tak dapat dipungkiri bahwa selain daya tahan yang akan semakin melemah, baterai karbon juga dinilai sangat tak ramah lingkungan. Seorang professor teknil elektro dan ilmu komputer, Mihri Ozkan juga mengatakan bahwa pengolahan jenis baterai karbon tersebut biasanya menggunakan bahan kimia berbahaya, seperti hidrofluorik juga asam sulfur. Proses tersebut akan menghasilkan limbah yang memiliki dampak pencemaran lingkungan yang sangat tinggi. Baca juga Mahasiswa ITS Ciptakan Charger HP dari Sepeda dan Google Maps Hadirkan Navigasi Sederhana Namun Fungsional pada Apple Watch

Top