Jack Dorsey, dari Tukang Pijat Jadi Bos Twitter

Sekelumit Kisah Perjalanan Jack Dorsey, Bos Baru Twitter – Twitter telah memiliki nakhoda baru. Jack Dorsey, yang sebelumnya menjabat sebagai CEO interim sepeninggal Dick Costolo, akhirnya secara resmi memangku jabatan sebagai CEO perusahaan microblogging populer tersebut.

sekelumit-kisah-perjalanan-jack-dorsey-bos-baru-twitter

Penunjukkan Jack Dorsey sebagai pengganti Dick Costolo memangtak mengejutkan. Hal ini karena Dorsey sendiri bukanlah orang baru di Twitter. Meski termasuk salah satu founder dan menjadi sosok yang sangat penting dalam perkembangan perusahaan Twitter, ternyata Dorsey memiliki background karier unik.

Seperti dilansir dari Forbes pada Kamis (8/10), Dorsey pernah menjalani profesi sebagai tukang pijat bersertifikat resmi. Selain itu, pria kelahiran tahun 1976 itu juga pernah mencoba-coba bidang fashion sebelum akhirnya seutuhnya terjun di bidang teknologi.

Tak hanya soal profesi awalnya, Dorsey ternyata juga memiliki rekam jejak pendidikan yang cukup menarik. Pria kelahiran Missouri, AS, itu ternyata pernah di-drop out (DO) saat menempuh kuliah di New York University pada tahun 1996.

Ide untuk melahirkan Twitter muncul saat Dorsey masih kuliah di Universitas New York. Ide pembuatan Twitter bermula dari acara diskusi yang diselenggarakan oleh sebuah perusahaan podcast bernama Odeo. Saat itu, Dorsey mengemukakan gagasannya mengenai penggunaan layanan pesan singkat untuk berkomunikasi dengan sebuah kelompok kecil.

Lalu, proyek pengerjaan Twitter pun bermula pada tanggal 21 Maret 2006. Kala itu, pria yang kini berusia 38 tahun tersebut mempublikasikan kicauan pertamanya pada akun miliknya dengan pesan berbunyi: “just setting up my twttr”. Pesan itu dipublikasikan oleh Dorsey pada pukul 09.50 waktu setempat.

Hingga tahun 2013 yang lalu, Twitter telah memiliki jumlah pengguna hingga 500 juta orang. Adapun 200 juta diantaranya adalah pengguna aktif. Pada awal tahun 2013 juga, pengguna Twitter mengirimkan pesan lebih dari 340 juta kicauan (tweet) per hari.

Meski telah menunjukkan perkembangan yang sangat pesat, bukan berarti Dorsey tak memiliki tantangan dalam menjalankan tugas barunya sebagai komandan Twitter. Kini Dorsey memiliki sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikannya untuk mengembalikan kejayaan Twitter. Seperti diketahui, perusahaan itu dikatakan sedang dalam masa-masa krisis.

Krisis yang menimpa Twitter tersebut terkait dengan kepercayaan para investor terhadap masa depan layanan ini. Para investor tersebut khawatir Twitter tidak mampu meningkatkan jumlah penggunanya dari saat ini. Baca juga COO Twitter Ternyata Penggemar Batik dan Google Beli Domain Internet Berupa Rangkaian 26 Huruf Alfabet.

Top