Indonesia Siap Sambut Era Teknologi Wireless Charging

Wireless Charging Perlahan Geser Pengisian Daya Konvensional – Perlahan tapi pasti, teknologi wireless charging mulai marak di dunia. Hal ini disebabkan karena kini mulai banyak produsen smartphone yang menyematkan fitur pengisian daya tanpa kabel untuk produk terbarunya, umunya produk yang sudah tersedia fitur wireless charging adalah produk yang menyasar segmen kelas atas. Saat ini beberapa smartphone yang sudah dibekali dengan teknologi wireless charging ialah Samsung Galaxy Note 5 dan Samsung Galaxy S6 Edge, dimana peranti ini kompatibel dengan pengisian daya nirkabel berjenis standar Qi dan PMA.

Indonesia Siap Sambut Era Teknologi Wireless Charging

Selain itu, wireless charging kini juga sudah tersedia lengkap di berbagai furnitur modern seperti meja, lampu tidur, hingga lemari hias. Kemudian dalam satu dekade terakhir, fitur wireless charging juga sudah dibenamkan oleh produsen otomotif. Bahkan mulai banyak mobil keluaran terbaru yang memungkinkan mobil dapat mengisi daya secara induktif dengan menempatkan tuas charging ke tempat khusus di interior mobil. Meskipun bisa dibilang, wireless charging dalam mobil masih belum seberapa lantaran baru mobil kelas atas yang menyematkan fitur ini.

Wireless charging juga sudah menjamah sikat gigi elektrik. Kini sikat gigi elektrik yang mulai populer digadang-gadang siap dibekali dengan wireless charging, dengan hanya menempatkan sikat gigi di atas charger stand, maka baterai akan terisi otomatis.

Ternyata penggunaan pengisian daya nirkabel terus tumbuh dan meningkat pesat. Mulai banyak restoran atau kafe yang menyediakan wireless charging station di tempat mereka. Di Amerika Serikat, ada restoran yang menempatkan hingga 600 station. Lain lagi di Inggris, ada kedai kopi yang menyiapkan station pengisian daya nirkabel hingga 200 station. Hingga saat ini, angka-angka yang disebutkan di atas terus mengalami peningkatan dan pertumbuhan jumlah restoran serta jumlah station.

Dari hasil riset Information Handling Services (IHS), dikutip dari Kompas Tekno, Senin (19/10) menyebutkan jika 80 persen responden yang pernah mereka survei menyatakan sangat butuh wireless charging station di tempat umum. Selain itu penjualan peranti pengisian ulang baterai tanpa kabel ini di pasar global juga diprediksi bakal melejit menjadi 1,7 miliar unit pada 2023 dari 25 juta pada tahun 2013.

Tak terkecuali di Indonesia, kemungkinan gelombang teknologi wireless charging akan sama melejitnya dengan luar negeri. Nah sudah siapkah sobat Begawei menyambut era teknologi wireless charging sebentar lagi? Baca juga LG Bakal Sematkan Teknologi Wireless Charging pada LG V10 dan Wireless Charging via WiFi untuk Smartphone Sukses Lewati Uji Coba.

 

 

Top