Bahaya Media Sosial : Pemecah Belah Bangsa

Media Sosial Diwaspadai Memecah Belah Bangsa – Umumnya media sosial digunakan sebagai media berinteraksi dengan lingkungan sekitar atau teman-teman. Namun semakin hari, media sosial mulai digunakan untuk hal-hal yang bertolak belakang dengan hukum. Kini penggunaan media sosial bahkan semakin kompleks, selain digunakan sebagai media positif untuk membangun jaringan pertemanan, media sosial juga kerap digunakan sebagai media pendukung gerakan negatif atau gerakan radikal.

Sosial Media Picu Perpecahan Bangsa

Hal ini juga dikemukakan oleh Anggota Komisi 1 DPR RI Supiadin Aries Saputra yang mengatakan jika media sosial mempunyai dampak positif dan negatif untuk anak muda di Indonesia. Selain sebagai ajang komunikasi, media sosial juga kerap digunakan oleh oknum untuk melakukan serangan atau gerakan radikal.

“Karena media sosial sulit dikontrol,” kata Supiadin saat kunjungan ke Kota Tasikmalaya, pada hari Minggu kemarin,  dilansir dari Tempo pada hari Senin (12/10).

Supiadin jga memiliki pendapat jika selama ini ada pihak-pihak yang memiliki tujuan memecah belah bangsa dan merusak solidaritas antara rakyat. Pihak tersebut memiliki metode sistematis untuk merusak anak muda di Indonesia.

“Media yang paling tepat untuk menjalankan aksinya adalah media sosial,” katanya.

Alasan Supiadin memilih media sosial, karena saat ini hampir 70 persen pengguna media sosial adalah generasi muda.

“Kalau generasi muda dihancurkan moralnya, tidak bisa dibayangkan,” imbuhnya.

Dampaknya memang tak bisa terlihat untuk jangka pendek, namun jika perusakan sistematis ini berlangsung dalam jangka waktu lama maka akan berdampak pada masa dimana generasi muda menjadi penerus kepemimpinan di Indonesia.

“Kita sudah lihat ada anggota DPRD terlibat narkoba, juga dengan kepala daerah, dan lainnya. Ini harus kita cegah,” tegasnya.

Menurut Supiadin lagi, saat ini generasi muda terlalu bebas dalam mengakses media sosial. Apalagi dengan kemudahan media sosial bisa diakses dimanapun anak-anak berada, tak terkecuali warnet, kamar, atau bahkan sekolah. Salah satu upaya radikal yang bisa merusak generasi penerus bangsa ialah dengan memuat konten video atau gambar yang lazimnya tidak boleh ditonton oleh anak-anak maupun remaja. Baca juga Media Sosial Penyebab Depresi pada Remaja dan Hasil Riset Menunjukkan Netizen Indonesia Kurang Produktif.

Top