Wow, Belgia Ancam Tuntut Facebook Rp4 Miliar per Hari

Belgia Ancam akan Menuntut Facebook Rp4 Miliar per Hari – Berita teknologi kali ini datang dari ranah mancanegara, di mana Komisi Privasi Belgia atau Belgian Privacy Commision (BPC) telah menuding Facebook melakukan aksi mata-mata kepada para penggunanya di Eropa. Dengan hal tersebut perusahaan jejaring sosial raksasa tersebut pun digugat. Bahkan, tak tanggung-tanggung perusahaan milik Mark Zuckerberg ini dituntut denda sebesar Rp4 miliar per hari.

Belgia Tuntut Facebook Rp4 Miliar per Hari

Tuntutan tersebut memang dilayangkan oleh BPC, yang merupakan badan pemerintahan Belgia. Menurut informasi yang ada Facebook dianggap telah melanggar hukum privasi, salah satunya dalam kepentingan memantau informasi non-penguna dan para pengguna yang telah log-out dari layanan sosial media tersebut demi kepentingan iklan.

Seperti dilansir oleh laman International Times, BPC menyatakan bahwa mereka mengancam Facebook dengan denda harian sebesar 250 ribu euro atau setara dengan nilai Rp 4 miliar per hari apabila ke depannya Facebook gagal memenuhi aturan pemerintahan setempat. Di ketahui aksi tersebut sama persis seperti apa yang dilakukan oleh National Security Agency (NSA), yang merupakan badan intelejen Amerika Serikat.

“Kita semua tahu NSA memata-matai semua orang di dunia ini, masyarakat pun murka. Facebook pun melakukan hal yang sama,” ungkap Frederic Debussere selaku perwakilan BPC.

Sebelumnya pada bulan Maret lalu, BPC sendiri dalam sebuah laporan mengatakan bahwa Facebook telah melakukan pembajakan data penggunanya melalui tombol cookies, like dan share. Mereka mengklaim bahwa aksi tersebut sangat memungkinkan bahwa cookies dapat memasang data secara otomatis di dalam komputer setiap kali pengguna mengunjungi sebuah laman web.

Padahal menurut hukum Uni Eropa, izin dari pengguna harusnya bisa diprotes terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk memasang cookies secara otomatis seperti itu.

Sementara itu menurut Facebook sendiri apa yang telah dilaporkan tersebut tidak benar, dan pihaknya menyatakan bahwa Facebook telah mematuhi ketentuan hukum Uni Eropa yang berlaku.

Hal tersebut dijelaskan oleh juru bicara Facebook yang menyatakan bahwa pihaknya akan menunjukkan pengadilan bagaimana teknologi ini dapat melindungi masyarakat dari spam, malware dan serangan lainnya. Facebook pun menyatakan bahwa cara kerja pihaknya telah konsisten terhadap hukum Uni Eropa dan tentunya sesuai dengan aturan yang ada mengenai akses situs-situs poluler di Belgia. Baca juga Tertarik dengan UKM di Indonesia, Facebook Ajak ‘Go-Online’ di Pages dan Facebook Kenalkan ‘Signal’ Sumber Konten Menarik Untuk Jurnalis.

Top