Waspada! Peneliti Temukan 21 Tipe Malware Baru

Ditemukan Jutaan Malware Tipe Terbaru – Semakin pesat dan canggih pertumbuhan teknologi, juga memicu pesatnya pertumbuhan dari cyber crime atau kejahatan dunia maya. Karena memang tak dapat dipungkiri bahwa akses yang semakin mudah terhadap komunikasi jarak jauh via internet biasanya akan dimanfaatkan oleh para hacker untuk mencari keuntungan pribadi.

ditemukan-jutaan-malware-tipe-terbaru

Seperti belakangan ini, peneliti telah menemukan 21 juta tipe malware terbaru. Berdasarkan data dari PandaLabs, tipe-tipe malware tersebut ditemukan sekitar bulan April hingga Juni tahun ini. Ari peneliatian, malware melakukan serangan sebanyak 230.000 per hari, 9.500 per jam, 160 per menit serta 2,66 per detik. Angka-angka yang cukup ngeri apabila dibayangkan bahwa akun kita diserang oleh ribuan malware tersebut.

Peneliti dari PandaLabs juga memberitahukan bahwa sebagian besar dari tipe malware yang baru ditemukan tersebut terdiri virus Trojan, yang telah mewakili 71,16 persen dari 21 juta tipe. Kemudian untuk virus lain yang ditemukan berada di urutan kedua terbanyak adalah virus computer lama sebesar 10,83 persen dari semua malware yang terdeteksi.

Seperti laporan dari Softpedia yang dirangkum pada halaman techno.okezone, Jumat(18/09/2015), menyatakan bahwa malware baru yang paling banyak ditemukan ini sebenarnya adalah mutasi sederhana yang diwakilkan oleh kode dari malware itu sendiri, sehingga sang penyerang dapat terhindar dari deteksi laboratorium antivirus.

Dari data yang didapatkan diketahui bahwa statistik dari infeksi yang telah terjadi setara dengan data yang terdeteksi yaitu 76,25 persen dari semua infeksi yang berhubungan dengan Trojan. Kemudian sisanya diikuti oleh jenis malware lain yang diklaim merupakan sebagian besar terbuat dari PUP (Potentially Unwanted Programs).

Telah banyak negara yang terinfeksi oleh malware-malware ini. Dari data PandaLabs tercatat tingkat infeksi yang telah menyerang pengguna di China yaitu 47,53 persen, kemudian di Turki sebanyak 43,11 persen, Peru 41,97 persen, Rusia 41,15 persen serta Argentina sebanyak 40,93 persen. Selain negara-negara tersebut masih ada beberapa negara yang juga terinfeksi yaitu Taiwan, Bolivia, El Salvador, Guetemala dan Ecuador. Sebenarnya masih terdapat beberapa negara lain yang juga terinfeksi, namun jumlah pengguna yang terinfeksi masih tergolng rendah.

Telah diketahui bahwa pemicu serangan cyber crime ini meningkat berdasarkan meningkatnya juga perangkat mobile yang semakin canggih, sebenarnya ransomware yang semakin menyebar luas ini menjadikan target utamanya adalah smartphone dan gadget canggih lainnya. Baca juga Titik Kelemahan Android Indikasikan Lenyapnya Pengguna Smartphone dan Ahmed Memikat Perusahaan Teknologi Besar di Dunia

Top