Tampil Beda, WeChat Tawarkan Layanan Pinjaman Uang untuk Pengguna

WeChat Tawarkan Fitur Pinjaman Uang Kepada Pengguna – Perkembangan aplikasi chatting akhir-akhir ini terus menampilkan kompetisi yang cukup sengit, sehingga mengakibatkan banyak perusahaan penyedia pesan instan untuk terus berinovasi memperbarui layanan chatting di dalamnya. Umumnya layanan tambahan yang ditawarkan adalah stiker, video call, voucher belanja, atau lain-lainnya. Namun hal berbeda ditawarkan oleh WeChat. WeChat yang merupakan aplikasi pesan instant dari Tiongkok memberikan penawaran yang berbeda kepada pengguna yaitu layanan peminjaman uang.

WeChat Tawarkan Layanan Pinjaman Uang untuk Pengguna

Saat ini layanan penawaran hutang yang dilakukan oleh WeChat diberi nama Weilidai. Seperti dilansir dari Detik, Selasa,(15/9/2015). Weilidai memiliki arti ‘sedikit pinjaman uang’.

Dengan layanan Weilidai ini, pengguna WeChat dapat mengajukan peminjaman uang dengan jumlah yang cukup fantastis yaitu maksimal sebesar 200 Yuan atau jika kita konversikan dalam bentuk rupiah adalah setara dengan Rp 446 juta-an. Pinjaman tersebut akan dicairkan langsung oleh sejumlah firma keuangan dan pihak WeBank salah satu anak perusahaan dari Tencent yang juga menaungi WeChat.

Uniknya, ketika memberikan pinjaman, WeChat tidak membebankan jaminan atau agunan sepersenpun kepada peminjam. Hal ini tergolong langka, karena layanan Weilidai ini berpotensi untuk mendatangkan masalah besar kepada Tencent, perusahaan pemilik WeChat.

Saat ini layanan Weilidai hanya tersedia di negara asalnya, Tiongkok saja. Belum ada keterangan lebih lanjut apakah layanan Weilidai akan tersedia di wilayah selain Tiongkok. Ketika pertama kali diluncurkan di Tiongkok, layanan ini mendapat banyak respon negatif terkait dengan sistem layanan yang tergolong ngawur. Banyak pengguna media sosial di Tiongkok yang kemudian mengomentari miring mengenai layanan gagasan Tencent ini. Dinilai akan banyak penipu-penipu baru yang akan memanfaatkan layanan ini untuk meraup untung secara sepihak.

Sedangkan Tencent sendiri belum berkomentar apapun  perihal permasalahan ini.

Sekedar informasi, WeChat adalah layanan komunikasi pesan, suara, teks, dan telepon seluler  yang dikembangkan oleh Tencent di Tiongkok. Aplikasi ini bisa digunakan pada beberapa sistem operasi seperti Android, iPhone, BlackBerry, Windows Phone dan Symbian. Di Indonesia, WeChat hadir melalui kerjasama antara MNC Media, Indosat, Pansonic Gobel Indonesia, Hillhouse Capital Inc, dan Tencent. Baca juga WeChat Ciptakan OS Sendiri dan BBM Jadi Aplikasi Terpopuler di ponsel Android Masyarakat Indonesia.

Top