Sky Scanner Drone ‘Garuda’, Drone Penjaga Kedaulatan Laut RI

Ahli Radar Tawarkan Drone Canggih Penjaga Laut pada Presiden Jokowi – Beberapa waktu yang lalu, Presiden Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi sempat mewacanakan penggunaan pesawat terbang tanpa awak atau drone untuk menjaga perairan di wilayah NKRI. Hal ini mengingat minimnya pengawasan area laut Indonesia yang membuat bangsa asing leluasa menguras kekayaan bahari Indonesia.

ahli-radar-tawarkan-drone-canggih-penjaga-laut-pada-presiden-jokowi

Presiden Jokowi berniat menggelontorkan dana sekitar Rp 4,5 triliun untuk membeli 3 unit drone canggih guna menjaga perairan Indonesia. Terkait hal ini, Profesor Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, seorang ahli radar dan drone dunia asal Indonesia menawarkan alternatif lain. Profesor Josh, sapaan akrabnya, menawarkan Sky Scanner Drone ‘Garuda’ pada Presiden Jokowi.

Drone ‘Garuda’ rancangan Profesor Josh diklaim bisa melakukan dua misi sekaligus, yaitu untuk keperluan sipil maupun militer.

“Di samping drone-drone biasa dengan ketinggian operasi beberapa kilometer untuk pengawasan perbatasan dan wilayah Indonesia, salah satu drone yang bisa memperkuat ide Presiden Jokowi adalah ‘stratosphere drone’. Di mana drone ini terbang di ketinggian 13 – 20 kilometer, sehingga tidak mengganggu penerbangan sipil dan militer,” tulis Profesor Josh melalui pesan elektronik, seperti dilansir oleh Liputan6.com pada Selasa (2/9) yang lalu.

Profesor Josh menuturkan bahwa Sky Scanner Drone ‘Garuda’ merupakan teknologi pesawat tanpa awak pertama di dunia yang dilengkapi terobosan ruang udara. Selain itu, sejumlah perangkat khusus pun disertakan seperti Synthetic Aperture Radar (SAR), Hyperspectral & TIR (Thermal Infared) atau temperature camera, high resolution and high vision camera, hingga teleskop.

“Demikian juga sensor-sensor khusus untuk pemetaan sumber daya alam, perangkat relay telecommunication system, instrumen pemindai kapal (AIS), perangkat pelacak teroris dan organisasi terlarang dan lain-lain dapat dipasang pula di drone ini.” ujarnya.

Menurut Profesor Josh yang merupakan Guru Besar Universitas Chiba, Jepang itu, spesifikasi drone ‘Garuda’ ini berbeda dengan drone-drone yang telah dikembangkan oleh instansi penelitian dan universitas di Indonesia dan dunia selama ini. Hal ini karena ‘Garuda’ menggunakan perhitungan perangkat yang berspesifikasi ala pesawat ruang angkasa.

Selain mengklaim tak kalah canggih dengan drone buatan asing, Profesor Josh juga menyatakan bahwa Sky Scanner Drone ‘Garuda’ lebih hemat biaya karena untuk pengadaannya tak menyentuh angka Rp 1 triluin. Baca juga Swandiri Institut Uji Coba Penggunaan Drone untuk Pertanian dan Drone DJI Terbaru Bisa Rekam Video 4K.

Top