Menkominfo Ingin Ikuti Jejak Brunei dan Singapura Mengenai Perusahaan Startup

Soal Startup, Menkominfo Ingin Ikuti Jejak Brunei dan Singapura – Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia (Menkominfo RI), Rudiantara mengakui bahwa pihaknya ingin mengikuti langkah negeri tetangga dalam memperlakukan perusahaan teknologi rintisan atau startup lokalnya. Ia mengatakan bahwa negara tetangga tersebut adalah Singapura dan Brunei Darussalam.

Menkominfo Ingin Ikuti Jejak Brunei dan Singapura Mengenai Perusahaan Startup

Menurut Rudiantara, kedua negara serumpun tersebut telah menerapkan ekosistem perusahaan rintisan digital atau startup yang dapat berjalan dengan baik. Hal tersebut dikarenakan dukungan dari kebijakan-kebijakan pemintahannya yang begitu mumpuni.

Untuk Singapura sendiri diketahui telah mengalokasikan dana ratusan juta dollar untuk mendorong pertumbuhan perusahaan rintisan digital. Begitu pun dengan Brunei Darussalam yang juga menerapkan mekanisme serupa.

Dengan begitu, ia menyatakan keinginannya untuk menerapkan langkah yang sama meskipun sampai saat ini belum dapat diwujudkan.

“Pemerintah di sini belum bisa memberikan alokasikan dana untuk startup,” ujar Rudiantara saat mengisi acara peluncuran program “Grow Local” dan “Go Global” Baidu di Hotel Pullman, Jakarta, seperti dikutip oleh Begawei dari Tekno Kompas, Rabu (23/9/2015).

Meski begitu, menteri yang kerap disapa dengan RA ini menyatakan bahwa alokasi dana untuk perusahaan rintisan digital yang akan direncanakan oleh Pemerintah Indonesia saat ini cukup beresiko karena belum adanya regulasi yang mapan. Apabila perusahaan rintisan digital yang didanai tak berjalan sesuai dengan harapan malah dapat menimbulkan kerugian bagi pemerintahan sendiri yang telah mengalokasikan dananya.

Dengan hal tersebut, Rudiantara menyatakan bahwa pihaknya masih mencari jalan keluar lain. Dari informasi yang terbaru diketahui bahwa ia berencana membuat Badan Layanan Umum (BLU) untuk membatu pendanaan perusahaan rintisan lokal. Sebab pembentukan BLU merupakan salah satu cara yang memungkinkan agar Pemerintah Indonesia dapat merealsiasikan dukungannya pada perusahaan rintisan digital.

“Mekanismenya harus dibicarakan dulu dengan Menteri Keuangan. Apakah bisa pakai dana Universal Service Obligation (USO) untuk BLU ini,” jelas Rudiantara.

“Kalau nggak bisa juga, sayang startup yang baru mau tumbuh harus terhadang,” tambahnya.

Sebelumnya, Rudiantara sendiri pernah menyatakan bahwa dana tersebut akan dikumpulkan dari dana para konglomerat yang memiliki perhatian besar pada perkembangan startup. Di lain sisi, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf juga telah menjanjikan sistem tukar ide dengan modal usaha bagi startup dan industri kreatif lainnya. Dalam sistem tersebut diatur bersama oleh OJK, yang mana apabila ada pelaku startup yang melontarkan idenya maka bisa mendapatkan pinjaman mobial awal. Baca juga Onrust Pinhole Camera, Kamera Unik Buatan Anak Bangsa dan Tertarik dengan UKM di Indonesia, Facebook Ajak ‘Go-Online’ di Pages.

Top