ECCT Ciptaan Warsito Ternyata Benar-benar Mampu Membunuh Sel Kanker

ECCT Ciptaan Warsito Ternyata Benar-benar Mampu Membunuh Sel Kanker – Selama ini alat terapi kanker Electro Capacitive Cancer Treatment (ECCT) buatan Warsito banyak disepelekan oleh ahli kesehatan karena tidak terbukti secara ilmiah. Padahal, Warsito T. Taruno selaku pencipta dari alat tersebut menyatakan bahwa ECCT adalah penemuan terbaru yang harus diperhatikan oleh pemerintah karena alat ini mampu mematikan sel-sel kanker pengidap kanker secara signifikan.

ECCT Warsito Mampu Membunuh Sel Kanker

Karena tertarik dengan alat temuan Warsito, membuat seorang doktor lulusan Universitas Airlangga terdorong untuk melakukan penelitian terhadap ECCT, dan hasilnya memang cukup mencengangkan dan berhasil membuka fakta baru di bidang teknologi kesehatan.

“Kami melakukan penelitian eksperimental laboratorik in vitro menggunakan rancangan acak kelompok. Hasilnya, terdapat peningkatan persentase kematian yang signifikan atas sel-sel yang diberi pajanan alat terapi kanker ECCT,” kata Dr. dr. Sahudi Salim usai menjalani sidang terbuka doktor di Universitas Airlangga Surabaya, dikutip dari Tempo Tekno, Selasa (29/9/2015).

Dalam disertasi dengan judul “Mekanisme Kematian Sel Akibat Pajanan Medan Listrik Energi Lemah dengan Frekuensi Menengah”, Sahudi ingin membuktikan secara ilmiah efek pajanan medan listrik bervoltase rendah terhadap tiga macam sel kanker, seperti sel hela, sel kanker rongga mulut, dan sel mensenkim sumsum tulang.

Mulanya, ketiga sel kanker tersebut dibagi menjadi dua kelompok dengan masing-masing dibagi menjadi 8 replikasi yaitu kelompok sel kanker yang dipajan dengan ECCT dalam waktu 24 jam dan satunya lagi kelompok kontrol. Setelah memakan waktu 24 jam, jumlah sel kanker yang masih hidup dan sel kanker yang mati dihitung dengan pewarnaan Tryphan Blue, serta diperiksa ekspresi protein TubulinA, Cyclin B, p53, dan Ki-67.

“Dari hasil penelitian ekspresi protein ini ternyata sel kanker mati secara signifikan, sedangkan non kanker seperti sel-sel kontrol lainnya yang dibutuhkan tubuh, masih hidup,” ujar Sahudi.

Lewat penelitian ini, Sahudi berharap bahwa penelitiannya akan mendorong semangat para peneliti lain untuk menciptakan solusi pengobatan kanker. Bahkan aspek biofisika dinilai Sahudi dapat menjadi alternatif pengobatan kanker yang mujarab. Sahudi juga menyayangkan bahwa ada upaya pihak yang sengaja menghalang-halangi penemuan ECCT buatan Warsito dengan alasan alat tersebut tidak ilmiah. Padahal menurut Sahudi, alat seperti ECCT adalah senjata ampuh melawan kanker dengan harga paling murah dibandingkan dengan terapi lainnya yang saat ini memiliki tarif sangat mahal. Baca juga Fungsi Satelit Lapan-A2 yang Telah Diluncurkan dan Penjualan Kamera Mirrorless Tinggalan Kamera DSLR.

 

Top