Awas! Akses Internet akan Diputus, Jika Tetap Nekat Unduh Konten Bajakan

Akses Internet akan Diputus, Jika Tetap Nekat Unduh Konten Bajakan – Melanjutkan kampanye anti pembajakan yang telah dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika pada Agustus lalu, yakni dengan cara memblokir akses 22 situs yang berisi konten musik dan film yang dapat diunduh oleh pengunjung dengan cara cuma-Cuma. Akhirnya saat ini terdapat rencana yang dianggap lebih efektif lainnya untuk mencegah pembajakan. Rencana tersebut digagas oleh Badan Ekonomi Kreatif (BEKraf) yang akan bekerja sama dengan Telkom Indonesia.

Akses Internet akan Diputus, Jika Tetap Nekat Unduh Konten Bajakan

Dalam pencegahan pembajakan tersebut diketahui BEKraf merancang sebuah sistem perangkat lunak yang dapat memberi peringatan kepada para pengguna internet untuk berfikir ulang dalam aksi ilegalnya saat mengunduh konten bajakan.

“Iya ada namanya alert system, yang merancang Telkom. Masih harus diuji coba dulu sistemnya, untuk menghindari pembobolan peretas,” ujar Triawan Munaf selaku Kepala Badan Ekonomi Kreatif.

Triawan pun menambahkan bahwa karya seperti film atau musik karya anak bangsa sifatnya tak hanya sebagai hiburan dan edukasi semata. Namun memiliki nilai lebih, terutama bagi si pencipta.

“Karya seperti film itu juga hasil ekonomi untuk bangsa, sehingga bentuk pembajakan itu sungguh merugikan,” jelas Triawan disela-sela acara Indonesia Internet Economy & Ecosystem Development Program di Hotel Pullman Jakarta, seperti dilansir CNN Indonesia, Rabu (23/9/2015).

Rencana pembuatan perangkat lunak alert system atau sistem peringatan dini tersebut nantinya akan terdiri dari tiga tahap. Pertama, jika pengguna internet berani mengakses unduhan konten ilegal yang bersifat bajakan maka kecepatan internet akan dikurangi. Kedua apabila hal tersebut masih tetap dilakukan maka kuota internet akan otomatis dipangkas. Ketiga, jika pengguna tetap mengunduh konten yang ada maka akses internet pengguna akan diputus secara permanen.

“Kemungkinan memang masih agak lama, sekitar awal tahun 2016. Saya tidak mau terlalu terburu-buru, karena harus tes dulu demi menghindari (aksi) hacker,” beber Triawan.

Sementara itu Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengaku belum mengetahui skema alert system tersebut. Meskipun begitu ia akan mendukung demi pemberantasan pembajakan tersebut, namun tentu saja harus berdiskusi dengan pihak terkait. Sebab pemutusan akses merupakan wewenang operator. Tetapi Rudiantara juga mengatakan bahwa wacana hal tersebut masih terlalu dini untuk diterapkan saat ini. Baca juga Soal Startup, Menkominfo Ingin Ikuti Jejak Brunei dan Singapura dan Lebih Dari Setengah Penduduk Bumi Tidak Bisa Akses Internet.

Top