Tamansari, Teknologi Terbaru Sahabat Petani

Sebuah Aplikasi Lokal yang Disebut Tamansari – Indonesia, yang merupakan salah satu negara agraris yang memiliki keterlimpahan hasil pertanian. Untuk itu, sebuah perusahaan pengembang lokal mengupayakan adanya perwujudan ketahanan pangan nasional dengan menciptakan sebuah aplikasi yang diharapkan bisa membantu petani untuk meningkatkan produktifitas hasil pertanian di Indonesia.

Tamansari Teknologi Terbaru Sahabat Petani

Aplikasi yang disebut-sebut bernama Tamansari ini dibuat oleh EBConnection yang ternyata merupakan singkatan dari petani aman sejahtera dan mandiri. Menurut Ikhwani selaku Chief Technology Officer pada perusahaan tersebut, aplikasi Tamansari ini telah memiliki algoritma yang cukup lengkap untuk membantu petani dalam mengelola lahan pertaniannya.

Dikutip dari halaman detikINet.com (31/8), Kita bisa mengetahui siapa nama petani, dari kelompok mana dia, daerah mana, dan kabupaten mana yang akan menghasilkan beras sebanyak berapa ton dan kapan panen,” papar Ikhwani dalam keterangannya.

Aplikasi Tamansari ini, menurut Ikhwani juga mampu melakukan perhitungan besar biaya yang dibutuhkan dalam pengelolaan lahan yang dimiliki oleh petani tersebut. Salah satunya adalah melakukan perhitungan pada biaya tanam dan biaya pupuk yang diperlukan. Ikhwani juga menuturkan bahwa aplikasi ini memiliki keunikan tersendiri karena memiliki database yang berisi mengenai perbedaan besarnya biaya antara pemanen pria dan juga wanita.

Aplikasi terbaru sahabat petani ini, juga bekerja dengan menggunakan teknologi geospatial yang mampu memberikan informasi melalui visualisasi geospasial (bird view) bagi para eksekutif untuk mempercepat dalam pengambilan keputusan nantinya. Pada keterangannya, Ikhwani juga menambahkan bahwa aplikasi ini menyajikan fitur yang cukup lengkap dalam menyajikan persiapan dan kesiapan sektor pangan nasional dari sisi petani karena memang aplikasi Tamansari sudah berbasis mobile application dan web application.

Tujuan dari dibuatnya aplikasi Tamansari sebenarnya adalah rencana pemerintah dalam menyinergikan potensi masyarakat terhadap lahan pertanian yang ada. Karena memang pada era yang semakin berkembang, banyak diantara masyarakat yang memilih berpindah profesi dan tidak lagi menjadi petani dan membiarkan lahan-lahan pertanian tidak terkelola dengan maksimal.

EBConnection Indonesia, telah melakukan riset yang cukup panjang serta telah melakukan serangkaian uji coba algoritma pada aplikasi yang dibangunnya untuk menghubungkan segala komponen yang terkait dalam upaya penyejahteraan sektor pangan nasional di Indonesia. Penuturan dari Putranto Yuwono selaku Direktur EBConnection juga mengarah kepada maksud dan tujuan dibuatnya aplikasi ini yang tak lain adalah membantu para petani untuk menyelaraskan potensi yang ada pada SDM hingga lahan-lahan pertanian yang tersedia. Untuk itu, teknologi ini siap mendukung semua pihak untuk mencapai target yang maksimal bersama-sama. Baca juga Fujifilm Produksi Obat Untuk Virus Ebola dan Si Cantik Dibalik Kemunculan UPQ di Dunia Teknologi

Top