Sony dan Blackberry Terancam Dilarang Pasarkan Produknya di Tanah Air

Sony & Blackberry Terancam Dilarang di Indonesia – Pembangunan pabrik perakitan dua vendor perangkat telekomunikasi ternama di dunia yakni Sony dan Blackberry yang masih belum jelas nasibnya mengakibatkan kedua vendor tersebut terancam dilarang di Indonesia. Pasalnya hingga sampai saat ini, kedua vendor perangkat telekomunikasi tersebut pun belum membeberkan rencana bisnis kedepannya secara jelas ke Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengenai otoritas pendirian pabrik di Indonesia.

Sony & Blackberry Terancam Dilarang Pasarkan Produknya di Tanah Air

Ignatius Warsito, selaku Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kemenperin menyatakan bahwa sampai saat ini bahkan Sony belum melakukan pembicaraan kedepannya dengan pihak Kemenperin. Begitu pula dengan Blackberry yang sebelumnya sempat mendapatkan persetujuan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) juga belum berkunjung ke Kemenperin.

“Belum ada komunikasi dengan kami,” ujar Ignatius pada Kontan seperti dilansir Kompas, Senin (3/8/2015).

Sekedar informasi bersama, Pemerintah Indonesia memang telah mengeluarkan aturan dan kebijakan mengenai hal ini yang tercantum sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 38/M-DAG/8/2013 tentang ketentuan impor ponsel, handheld, dan tablet dari Importir Terdaftar (IT). Dimana isinya seluruh vendor perangkat ponsel yang hadir di Indonesia diwajibkan untuk mendirikan pabrik perakitannya di Indonesia apabila ingin terus berada pada pasar produk elektronika dan komunikasi. Kewajiban tersebut juga memiliki tenggat waktu, dimana seluruh vendor perangkat telekomunikasi seluler paling lambat haru mendirikan pabrik perakitan mereka pada bulan Februari 2016 mendatang.

“Jika Kuartal II 2016 Sony dan Blackberry belum juga bangun pabrik, mereka tidak boleh lagi memasarkan produknya di Indonesia,” ujar Ignatius.

Seperti diinformasikan oleh laman Kontan, sempat mencoba menghubungi Ardo Fadhola selaku Senior Country Product Manager Southeast Asia PT Blackberry Indonesia pada Kamis (30/7/2015). Dimana melalui pesan elektronik (e-mail), Ardo menyatakan bahwa pihaknya belum bisa memberikan informasi apapun mengenai perkembangan rencana pembangunan pabrik ponsel Blackberry di Indonesia.

Sementara itu untuk Sony sendiri belum diketahui mengenai rencana kedepannya selanjutnya. Marilah kita nantikan saja nasib kedua vendor perangkat telekomunikasi seluler yang cukup ternama dan populer di Indonesia ini. Baca juga Wiko Rilis Smartphone Seri Ketiga di Indonesia dan Windows 10 Direspon Positif Setelah Resmi Diluncurkan.

Top