Selain HTC, Lenovo Juga Rumahkan Ribuan Karyawannya

Lenovo Rumahkan Ribuan Karyawannya. Ada Apa? – Dibalik tampilan mereka yang melenggang sangat mantap di dunia bisnis smartphone, para vendor tetap saja tak luput dari permasalahan keuangan. Seperti yang sudah Begawei kabarkan pada anda, permasalahan keungan yang pelik ternyata tengah dialami oleh HTC. Salah satu vendor dari Tiongkok itu, mau tak mau harus merumahkan ribuan karyawannya. Selain itu, tahun depan mereka akan mengurangi jenis produknya. Pengurangan karyawan besar-besaran dianggap menjadi solusi keuangan, karena produk-produk HTC dianggap tidak kompetitif di pasaran. Tak hanya HTC, ternyata Lenovo pun sedang terhimpit pada masalah dana. Seperti apa?

Lenovo Rumahkan Ribuan Karyawannya

Pada paruh kedua tahun 2015 ini, perusahaan PC dan smartphone—Lenovo Group Ltd, berencana untuk memberhentikan 3.200 karyawan. Jumlah tersebut adalah 10% dari total karyawan mereka yang bernaung di bawah divisi non-manufaktur. Dengan kata lain, jumlah tersebut adalah 5% dari total keseluruhan karyawan perusahaan tersebut. Jika pada kasus HTC, produk-produk mereka dinilai keog di pasaran, apa yang terjadi pada Lenovo terkait dengan hal serupa yang terjadi pada produk Motorola.

Seperti yang kita ketahui, akhir 2014 lalu, Lenovo mengakuisisi brand Motorola dengan harga  US$2,91 miliar. Harapannya, Motorola sanggup mendongkrak performa perusahaan di sektor smartphone. Namun sampai saat ini, ternyata hal itu masih terasa sangat jauh. Hasil yang kurang memuaskan, justru didapatkan oleh Motorola. Lenovo menganggap, apa yang telah mereka keluarkan demi Motorola, ak sebanding dengan apa yang didapatkan oleh perusahaan. Divisi Mobile Lenovo mengalami kerugian hampir US$ 300 miliar. Kemerosotan pendapatan itu, jelas harus diatasi. Maka Lenovo pun memutuskan untuk memangkas sekian ribu karyawan mereka. Seperti yang dilakukan oleh HTC, langkah ini dianggap bisa menghemat pengeluaran operasional perusahaan. Menurut Yang Yuanqing, Chief Executive Lenovo,  restrukturisasi ini dapat nantinya akan membuat perusahaan bisa menghemat hingga US$ 1,5 miliar.

Tak hanya berhenti pada lesunya performa divisi mobile, Lenovo juga tengah terjebak pada lesunya pasaran PC, yang menjadi salah satu lini bisnisnya juga. Walaupun begitu, Lenovo mengaku tetap optimis.

“Kami masih yakin bahwa mobile adalah bisnis baru yang akan kami menangkan,” kata Yang, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (14/8/2015). Bahkan Lenovo berambisi untuk menyaingi rival utamanya, Apple Inc dan Samsung Electronics Co di pasar smartphone. Baca juga HTC PHK Banyak karyawan dan Angulir Berbagai Tipe Ponsel dan Sony Xperia Menyerah?.

 

Top