Rupiah Tak Aman, Apple Bebaskan Reseller Naikkan Harga iPhone

Dolar Merajalela, Apple Bebaskan Reseller Naikkan Harga iPhone – Melemahnya Rupiah atas Dolar Amerika, sudah bukan pada tahapan yang aman lagi. Sektor industri—termasuk di dalamnya adalah bisnis gadget, mau tak mau terkena imbasnya. Lantas seperti apa kondisi pasaran ponsel saat ini?

Apple Bebaskan Reseller Naikkan Harga iPhone

Menurut Djatmiko Wardoyo, Direktur Marketing & Communication Erajaya jika dilihat proporsi transaksi dari distributor ke prinsipal di Indonesia, didominasi kurs rupiah. Dengan begitu, dampak ke harga jual di pasaran dianggap tak akan terlalu terasa, meski dolar kini tengah lompat hampir di ambang Rp 13.900. Namun, jangan melonjak senang dulu…! Meski demikian, harga ponsel di Indonesia bukan berarti aman dari lonjakan. Sebab, kembali lagi, ini tergantung dari prinsipal. Coba kita lihat salah satu vendor ternama di dunia—Apple. Bagaimana principal perusahaan tersebut menyiasati problem itu?

Menggunakan reseller sebagai perpanjangan tangannya pada konsumen, ternyata Apple lebih fleksibel soal menentukan harga jual di pasaran. Bahkan, produsen iPhone itu tak akan teriak ketika partnernya mengotak-atik harga sedemikian rupa. Djatmiko menjelaskan bahwa Apple tidak menerapkan Suggested Retail Price (SRP) alias harga patokan retail kepada mitra bisnisnya. Dengan begitu, para reseller produk Apple dibebaskan untuk membuat paket penjualan masing-masing untuk bisa menarik konsumen. Hal tersebut tentunya membuat para reseller Apple juga lebih fleksibel dalam menghadapi nominal Rupiah yang sedang ada pada taraf taka man, atas Dolar Amerika.

“Jadi kalau harga retail kita sekarang ini gak memungkinkan lagi, kita boleh melakukan penyesuaian harga, Apple tak akan ‘berteriak’,” jelas Djatmiko saat diwawancarai detikINET.
Apple merupakan satu dari beberapa merek gadget yang dijual di Indonesia, dimana distributor harus membayar dengan kurs dolar. Selain Apple, Djatmiko menyebut Nokia dan BlackBerry juga harus ditebus dengan dolar oleh distributor.  Nah, bagi produk-produk inilah lonjakan dolar akan sangat berpengaruh terhadap harga jual. Sebab biaya modalnya juga memakai mata uang Amerika Serikat tersebut.

Lain apple, lain lagi dengan Samsung.  Marketing Director IM Bussines Samsung Indonesia Vebbyna Kaunang mengakui bahwa fluktuasi dolar pasti berpengaruh terhadap harga retail ponsel. Namun Samsung sejauh ini masih tetap menjalankan strategi pasar yang telah ditetapkan.

“Terakhir sebelum saya jalan ke New York masih sesuai plan yang ada, belum ada perubahan besar-besaran. Tapi kalau misalkan saat kita balik minggu depan ada perubahan, dolarnya baru naik nih, saya belum tahu juga,” kata Vebbyna. Baca juga Lenovo Berhasil Kalahkan Apple di Sektor PC dan Apple Mengorbankan Performa Demi Menciptakan New MacBook yang Super Tipis.

Top