Rambah Dunia Digital, Adidas Beli Runtastic

Runtastic Jadi Milik Adidas – Dunia digital memang semakin mempesona. Saat ini, perkembangan jaman yang terjadi, juga sangat mendukung kemajuan dunia digital. Maka tak heran, banyak pihak yang semakin tertarik untuk merambah bisnis dunia digital. Tak terkecuali dengan produsen alat olahraga—Adidas. Perusahaan yang bermarkas di Jerman itu, dengan membeli aplikasi fitnes bernama Runtastic. Tak tanggung-tanggung, Adidas harus mengucurkan dana USD 239 juta atau sekitar Rp 3,2 triliun untuk membeli Runtastic. Hal tersebut sekaligus menandai keseriusa perusahaan perlengkapan olahraga itu, untuk terjun dalam bisnis digital.

adidas akuisisi runtastic

Dengan langkah akuisisi ini, dipastikan bahwa saat ini Runtastic sepenuhnya menjadi milik Adidas. Namun para pegawai Runtastic tak akan pindah ke kantor Adidas. Mereka masih akan melakukan operasional di kantor semula yang terletak di Austria dan San Fransisco, AS. Adidas mengaku, Runtastic merupakan pilihan yang tepat untuk project pertamanya di dunia digital.

“Kelompok usaha Adidas telah menemukan mitra yang sesuai dan memahami penuuh potensi yang ada dalam dunia olahraga, digital dan data yang konvergen, yang selalu terhubung dan dibutuhkan semua orang,” ujar CEO Adidas Group, Herbert Hainer, seperti dikutip dari IB Times UK.
Rasanya, memang tak berlebihan ketika Adidas menjatuhkan pilihan pada Runtastic. Adidas sendiri merupakan perusahaan penyedia alat olahraga. Sementara itu, Runtastic sendiri menyediakan beragam aplikasi kesehatan. Tak tanggung-tanggung, Runtastic memiliki 20 aplikasi yang beragam,. Tercatat berbagai jeni aplikasi kebugaran, kesehatan dan aktivitas olahraga di dalamnya. Bahkan semua aplikasi yang ada, tersedia dalam 18 bahasa. Runtastic juga diklaim telah memiliki sekitar 70 juta pengguna sampai saat ini.

Sementara itu menanggapi kerjasama ini, CEO Runtastic Florian Gschwandtner mengatakan bahwa masuknya Runtastic ke bisnis Adidas, akan menambah inovasi-inovasi unggul di masa depan.
“Ada banyak sekali ide dan rencana produk yang akan kami realisasikan. Kedua perusahaan percaya bahwa bersama-sama kami akan memberikan produk-produk unik sebagai portofolio kami dan untuk menambah pengalaman pengguna,” kata Gschwandtnerseperti dilaporkan VentureBeat.

Tampaknya, akuisisi Runtastic adalah strategi Adidas untuk melengserkan pamor Nike+. Pasalnya, sejak pertama berdiri tahun 2009, Runtastic telah membangun reputasi yang kompeten. Utamanya untuk aplikasi pemantau kesehatannya yang sudah jutaan kali diunduh. Hingga sekarang Nike+ memang masih mendominasi. Apakah Runtastic ditangan Adidas, akan mampu melampauinya? Baca juga Qualcomm : Snapdragon 810 Tidak Cepat Panas dan Sony & Blackberry Terancam Dilarang di Indonesia. 

Top