Perjalanan Yuko Nakazawa, Si Cantik yang Membidani UPQ

Si Cantik Dibalik Kemunculan UPQ di Dunia Teknologi – Sebuah perusahaan teknologi asal Jepang bernama UPQ, hadir meramaikan jagad bisnis. Walaupun baru hadir Juni lalu, alias masih berumur 2 bulan, UPQ tak lantas kalah manuver. Perusahaan asal Jepang itu, coba mengembalikan kejayaan produk-produk Jepang. Baru seumur jagung, UPQ langsung meluncurkan 24 macam produk syarat teknologi.Apa yang dilakukan UPQ itu, tak terlepas dari peran seorang perempuan cantik bernama Yuko Nakazawa. Siapa dia?

Si Cantik yang Membidani UPQ

UPQ memang berkiblat pada kesuksesan Xiaomi, yang berhasil menunjukkan pada dunia, bahwa produk Tiongkok bukanlah produk ecek-ecek. Maka tak salah jika uko Nakazawa disebut ingin menyamai keunggulan Xiaomi. Ia mengawali kariernya di dunia teknologi, dengan bekerja di perusahaan Casio di bagian manajemen produksi ponsel dan kamera pada tahun 2007. Kawan Begawei ingat dengan brand itu? Ya…! Casio merupakan manufaktur barang elektronik multinasional. Produknya pun banyak beredar di Indonesia. 2012, kariernya di Casio ia hentikan, karena alasan ketidakcocokan.

Waktu berjalan dan pasca hengkang dari Casio, Nakazawa memutuskan untuk mengikuti acara hackathon, dimana ia dan timnya merancang kotak bento yang dinamakan X Bento. Rancangannya itu kemudian ditawarkan untuk bergabung dengan program ‘Frontier Makers’ yang diadakan oleh Kementerian Ekonomi Peradagangan dan Industri Jepang. Dari situ, ia menyadari potensinya untuk membuat perusahaan perintis sendiri.

“Saya tadinya ingin kembali menjalankan bisnis kafe saya usai mengikuti program Frontier Makers. Namun kemudian saya sadar bahwa saya dapat merancang dan membuat penemuan-penemuan menarik lainnya walaupun saya tidak memiliki perusahaan besar,” ujar Nakazawa,

Berbekal pengalamannya dengan program ‘Frontier Makers’ pula, perempuan cantik ini mengenal Cerevo—perusahaan perintis lain yang akhirnya bekerjasama dengan pihaknya. Hingga sekarang pun, UPQ—perusahaan yang akhirnya dirintis oleh Nakazawa, menggantungkan diri ke Cerevo dalam bidang teknis, desain, dan pengendalian mutu. Sejauh ini, Nakazawa telah berhasil menarik para investor hingga terkumpul dana investasi sebanyak US$ 1 miliar atau sekitar Rp 13,8 triliun untuk UPQ. Sebuah manuver yang cukup “gila” untuk ukuran seorang perempuan, yang baru saja merintis usahanya. Good luck, Nakazawa…! Baca juga UPQ, Xiaomi dari Jepang. Seperti Apa Performanya? dan Microsoft Siapkan Smartphone dengan Spesifikasi Melebihi Lumia.

 

Top