Mahasiswa Harvard Ini Bikin Facebook Marah

Aran Khanna, Mahasiswa Harvard yang  Bikin Facebook Marah – Dari sebuah share pengalaman oleh dua orang karyawan magang di Facebook beberapa waktu lalu, diketahui bahwa Facebook adalah perusahaan yang friendly. Tak sekedar bisa berbaur dengan sang rock star—Mark Zuckerberg, bahkan perusahaan pun tak segan-segan memberikan upah yang mumpuni bagi karyawan yang magang di perusahaan tersebut. Namun nampaknya, keramahan Facabook, tak bisa dirasakan oleh mahasiswa Harvard yang satu ini.

Mahasiswa Harvard Ini Bikin Facebook Marah

Nama Aran Khanna, seharusnya tercatat sebagai salah satu mahasiswa magang di Facebook. Namun Kepala HRD Facebook menghubungi Khanna dan mengatakan bahwa tulisannya di sebuah media bernama Medium tak sesuai dengan standar etika yang diharapkan dari seorang anak magang di Facebook. Sebenarnya, apa yang ditulis mahasiswa Harvard University ini?

Ternyata kekhawatiran dan penolakan Khanna, berawal dari sebuah aplikasi bertajuk “Marauders Map”, yakni peta yang bisa menunjukkan lokasi teman saat mengobrol lewat Facebook Messenger. Peta lokasi teman akan serta-merta muncul tiap kali pengguna berkomunikasi. Tak hanya itu, Marauders Map juga memungkinkan pengguna mengetahui jadwal kegiatan sehari-hari teman Messenger asalkan teman tersebut sering diajak chatting. Pada 26 Mei 2015, Khanna mengumumkan aplikasi ciptaannya lewat artikel di sebuah media bernama Medium. Namun disamping peluncuran itu, Khanna pun membeberkan bahwa  celah keamanan privasi pada layanan Facebook, terkait dengan aplikasi buatannya.

Tak berhenti sampai disitu saja. Baru-baru ini, Khanna kembali membeberkan celah privasi Facebook melalui sebuah studi kasus yang diunggah ke “Harvard Journal of Technology Science”. Hal itulah yang menjadi alasan besar Facebook memilih untuk memberhentikan Khanna sebagai mahasiswa magang di perusahaan itu.

Juru bicara Facebook Matt Steinfeld membenarkan pemutusan kontrak magang sepihak dari Facebook. “Peta buatan Khanna menyalahi aturan kami karena mencuri data pengguna Facebook. Berkali-kali kami menyuruhnya menghapus kode file, dia malah menggembar-gemborkan file tersebut. Ini salah dan tak sesuai visi kami,” tutur Steinfeld. Baca juga Anak Magang : Facebook Perusahaan yang Friendly dan Gaji Anak Magang di Apple Tak Main-main.

 

 

 

 

 

 

Top