Google Patenkan Sistem Pencarian Secara Mendalam

Google Patenkan Sistem Pencarian Secara Mendalam – Perusahaan teknologi terbesar di dunia, Google memang tidak pernah berhenti dalam menghadirkan teknologi dan inovasi baru di dunia yang dapat memberikan kemudahan kehidupan manusia. Baru-baru ini, Google diketahui telah resmi mematenkan sistem pencarian andalan mereka yakni Google Search Engine yang memiliki kemampuan secara mendalam. Setelah sebelumnya Google merilis fitur yang dapat memungkinkan mencari gambar di dalam file PDF. Kini raksasa teknologi yang berpusat di Mountain View, California, CA, Amerika Serikat tersebut dikabarkan mematenkan sistem pecnarian baru yang dapat mencari konten di dalam PC atau perangkat mobile pengguna. Tentu saja tujuan tersebut untuk memperkaya sistem pencarian yang ada pada Google Search Engine.

Google Patenkan Sistem Pencarian Secara Mendalam

Google memang ingin agar semua yang terhubung ke internet dapat ditemukan melalui mesin pencariannya. Oleh sebab itu Google mematenkan sistem pencarian secara mendalam pada Google Search Engine.

Menurut laporan dari laman Slash Gear, paten Google terbaru yang didaftarkan memang memungkinkan Google Search Engine mendaftarkan berbagai konten dan aplikasi yang ada di PC maupun perangkat mobile yang ada. Dimana di dalamnya termasuk data pribadi, aplikasi, sosial, navigasi, hingga konten yang ada di media hiburan. Tidak hanya itu, Google Search juga dapat mencari data-data pada aplikasi kontak atau bookmark di gadget yang ada.

Dengan paten Google terbaru tersebut memang menimbulkan kontroversi yang deras dari sejumlah pihak. Pasalnya hal tersebut dianggap terlalu jauh dalam mencari data-data, yang mana tentu saja dapat mengganggu privasi seseorang. Bahkan juga dapat menyalahi aturan hukum. Bayangkan saja apabila data-data seseorang dapat diakses secara bebas oleh orang lain.

Tentu saja hal tersebut akan memberikan kerugian bagi pengguna teknologi, khususnya komputer atau smartphone. Untungnya, fitur pencarian secara mendalam tersebut masih dalam bentuk paten. Dimana fitur tersebut belum diimplementasikan, sehingga masih ada kemungkinan bahwa Google akan membatalkan penggunaan fitur tersebut setelah mempertimbangkan berbagai macam hal. Baca juga Android Versi 6.0 Terungkap Bernama Marshmallow dan Ada Belasan Ribu Bakteri di Smartphone.

Top